hay. hay.
sorry kemarin kaga muncul. abisnya aku lelah. biasa, jomblo, eh, sedikit jones maksudnya. jadi hari sabtu kemarin aku membabu buta. buset dah, setrikaan di rumah aku buanyak banget dah. haha. kemarin aku hajar semua. abis enek juga si, aben dina nyari dosen kaga nemu-nemu kepastian. mending nyari cowo dah.
bodo amet kalo kaga nemu-nemu, kaga buat aku ngerasa confuse gini. lha ini, skripsi aku dari semester 6 kaga di proses-proses. buset dah, berasa mendingan jones 7 tahun. ealah, 8 tahun jones kaga papa dah, bentar lagi tahun baru inih. hahaha. etdah sabarrrr. maksudnya sabar lagi nunggu sore malam minggu depan nih. huhu
hahaha, yawis gak papa. nyapa lagi ahh, hay pembaca invisibleku. wkwk. pembaca tak terlihat. gak tau ada apa gak. ato bahkan viewersnya mahluk halus sehalus butiran debu. haha. bodo amet. yang penting slamat malammm. semoga kalian hangat malam ini.
oke balik lagi,
iyaa nih. besok udah hari senin aja. aku bisa gak yakin dosen yang aku cari ada. yaaa, karena dosen itu domisili luar kota. setiap kamis sore pulang, selasa pagi udah nongol aja. gitu tuh setiap minggunya.
lha, kemarin. minggu ini berarti. aku kaga bawa proposal. tas aja bawa kecil, cuma kuliah satu matkul, dan aku jarang banget nyatet. saat selesai kuliah. sliwerrr, bahasa jawanya. bapak dosen yang ganteng yang aku sering kejar-kejar , tungguin dari pagi sampe sore di kampus itu lewat. aku cuma nyletuk saat itu. ini hari senin kan? kenapa dia datang?
nah udah tuh. aku nyesel sejadinya. abis kaga bawa proposal penelitian. haha. ga nyesel banget si, nyesel aja. jadi yaudah aku sabarrr aja lagi.
besoknya, aku kurang bergairah nunggu, dan akhirnya memang ga keliatan. rabu juga gitu. tapi tetep nemu batang, akar sekalian pohon hidungnya. finally, aku di jleb ser, glek, dead.
"aku sedang sibuk, sanah dulu ya". sembari seperti mengusirku. yaaaa sudaaaah. akuuu nurut saja. abis mau bagaimanaaa. sabarrrr ajaaa, dadaku udah aku lapangin kaya lapangan sepak bola. bahkan mungkin kaya stadion gelora bung karno.
yaaa, aku ambil pelajaran dari si yayang dosen ini, sabarrr terus, tanpa nggrundel, yang penting tetep tatag dan teteg. intinya sabar itu jangan ada mengeluh, tetap siap dan kokoh. kedua, aku ambil pelajaran, bahwa dunia itu tiba - tiba. lha, itu tumben banget si aa dosen datang. padahal biasanya kagak bener dah. aku kan setia banget ama diaa.
yaa begitulah, dunia memang tidak bisa di tebak. kalo bisa di tebak ya jawabannya bisa iya dan tidak. haha,ya iyaa lah.
haha, ya gitu, intinya, akal dan logika bisa menduga-duga, namun jawabannya yaa cuma waktu yang nentuin. jadiii saat ini, aku usaha aja, selanjutnyaa aku serahkan yang Berkuasa. begitu aja dah. kagak mau ribut-ribut akunya. makannya dari jaman kapan aku suka banget foto piss. biar damai cuyyy. aman tentrem, sejahtera adil dan makmur. yaelah, aku lagi baca UUD kalii yaa. haha
yaa intinyaa. besok aku kaga mau nyari yayang dulu dah. mendingan ngasah bahasa inggris pake duolingo. haha. buset dah, aplikasi ini juga ngajar sabarrr. bener dah, sabar itu kagak ada matinya sampai kita mati. ngomong emang gampang, aslinya mah susah.
hahaha. kagak susah cuy, kita tinggal belajar aja. bener dah belajar. belajar mengerti iya dan tidak. belajar memilih, berarti belajar menghadapi resiko. belajar menolak, berarti belajar menerima. belajar positif dan belajar negatif, belajar memahami seseorang, berarti belajar memahami diri sendiri, belajar untuk bermain dan belajar untuk belajar. kuncinya yang penting bukan mencapai sesuatu itu, tujuan yang penting adalah mempelajari dan mengarungi semua proses, kalau mau sabar, berarti tuntasin aja semua prosesnya. kalau ga mau, yaudah, instan aja.
jadi anggota dpr nyogok aja. laper masak mie instan aja. mau cepet skripsi tinggal minta buatin orang. mau instan? yaa gak papa. resikonya ya semua itu ga baik. ga bagus. kurang tepat. bayangi aja skripsi lu semua di buatin. semua orang mah emang gak tahu. tapi apa kamu tega ngebohongi diri kamu sendiri seumur-umur ngaku bahwa itu skripsimu?
bahan renungan aja. bahwaa ya itu. sabar tak terhingga, dan cobalah ikuti prosesnya. proses tak kan mengkhianati proses. aku gak bilang hasil. karena hasil adalah bonus dari proses yang kita lalu.
begitu aku mengambil pelajarannya. aku ga bilang aku benar. aku salah. aku hanya belajar.
dan ini terakhir, aku mau kembaliin 2 pelajarannya. tadi kan aku bilangnya aku ambil 2 pelajaran. takut di sangka maling. atau ga takut nanti di tagih. jadi yaa aku kembalikan saja pelajaran itu, pada setiap mahluk yang ingin berfikir.
tunggu selesai ini tulisan aja sabarnya minta ampun. haha. aku memang belum bisa sabar. tapi aku kan berusaha terus.
selamat malammm,,, sabar cuy, sing tenang.
~marsya sataly~
Senin, 23 November 2015
Jumat, 20 November 2015
Rindu.
Rindu terdalam mengelayutiku,
seakan akan
mereka makluk halus yang menakutkan.
Haha, aku tertawa dalam hati.
rindu ini benar benar dahsyat,
rindu ini sangat nyata,
rindu ini perlahan pasti merasuk seluruh sukma jiwaku.
Ah,
rindu ini datang bertubi-tubi,
aku merasa di keroyok,
tersengal-sengal namun bahagia.
Rindu ini benar adanya,
rindu ini ah,,,
aku cinta kamu.
aku sayang kamu.
hanya kata itu yang terlantun dalam hatiku.
Sumpah, kali ini,,,
rindu itu mulai menggerogoti seluruh pikiranku,
rindu itu menjalar seperti virus yang dalam sekejap mematikan sel-sel aktif dalam ragaku,
rindu itu membuatku bingung,
mana yang nyata dan ilusi?
Ah, rindu.
bisa bisanya kau hadir???
hay seseorang yang jauh disana,
apakah kau merindukanku?
Iyaaa, kau yang telah ku kenal,
kau yang entah mengapa di takdirkan selalu bersama, dimana pun, dan kapanpun.
Kau yang hanya ku panggil namamu,
kau langsung menghampiriku.
kau yang terkadang hilang-hilangan,
namun membuatku rindu keberadaanmu.
Kau yang tiba-tiba datang, hadir di sampingku,
kau yang menelponku di sebrang gedung bertingkat, dengan iringian rintik hujan.
Mengapa kau telpon? padahal kau melihatku?
aku melihatmu? kenapa kau tak memanggilku saja?
Kau yang selalu memanggil nama asliku,
kau yang selalu ada saatku membutuhkanmu.
kau yang selalu menasehatiku, mendukungku, hingga terkadang kau mengalah. hahaha.
Ketika kita bersama,
lalu hujan deras menyelimuti,
kau mengajakku untuk berteduh,
membuatku geser, lebih dekat denganmu.
ketika kekecewaan, kesedihan mengikutiku,
kau sanggup buatku tersenyum,
lebih membuatku tegar,
Ketika aku sedang kesulitan,
kau bersedia memapahku,
kau bahkan mau,
ketika ku tahan untuk tak pulang saat itu.
Haha. kenapa kau?
kenapa kau bisa ada saat aku terpuruk jatuh?
Ketika kawan kawan kami menertawakan kita berdua bersama, kamu cuma senyam- senyum tersipu malu.
hahaha. akuu paling suka mukamu yang ituu.
Masih ingat saat mata kita berpapasan, bertubrukan, sesaat kemudian kita berdua tersenyum malu. haha. dalam hati berkata, "ketahuan".
Hahaha,
walau baru dua hari tak bertemu,
aku rindu kamu.
aku rindu semuanya tentang kamuuu.
aku rindu kamu, pakkk.
Kerinduan yang memuncak
~Marsya Sataly~
seakan akan
mereka makluk halus yang menakutkan.
Haha, aku tertawa dalam hati.
rindu ini benar benar dahsyat,
rindu ini sangat nyata,
rindu ini perlahan pasti merasuk seluruh sukma jiwaku.
Ah,
rindu ini datang bertubi-tubi,
aku merasa di keroyok,
tersengal-sengal namun bahagia.
Rindu ini benar adanya,
rindu ini ah,,,
aku cinta kamu.
aku sayang kamu.
hanya kata itu yang terlantun dalam hatiku.
Sumpah, kali ini,,,
rindu itu mulai menggerogoti seluruh pikiranku,
rindu itu menjalar seperti virus yang dalam sekejap mematikan sel-sel aktif dalam ragaku,
rindu itu membuatku bingung,
mana yang nyata dan ilusi?
Ah, rindu.
bisa bisanya kau hadir???
hay seseorang yang jauh disana,
apakah kau merindukanku?
Iyaaa, kau yang telah ku kenal,
kau yang entah mengapa di takdirkan selalu bersama, dimana pun, dan kapanpun.
Kau yang hanya ku panggil namamu,
kau langsung menghampiriku.
kau yang terkadang hilang-hilangan,
namun membuatku rindu keberadaanmu.
Kau yang tiba-tiba datang, hadir di sampingku,
kau yang menelponku di sebrang gedung bertingkat, dengan iringian rintik hujan.
Mengapa kau telpon? padahal kau melihatku?
aku melihatmu? kenapa kau tak memanggilku saja?
Kau yang selalu memanggil nama asliku,
kau yang selalu ada saatku membutuhkanmu.
kau yang selalu menasehatiku, mendukungku, hingga terkadang kau mengalah. hahaha.
Ketika kita bersama,
lalu hujan deras menyelimuti,
kau mengajakku untuk berteduh,
membuatku geser, lebih dekat denganmu.
ketika kekecewaan, kesedihan mengikutiku,
kau sanggup buatku tersenyum,
lebih membuatku tegar,
Ketika aku sedang kesulitan,
kau bersedia memapahku,
kau bahkan mau,
ketika ku tahan untuk tak pulang saat itu.
Haha. kenapa kau?
kenapa kau bisa ada saat aku terpuruk jatuh?
Ketika kawan kawan kami menertawakan kita berdua bersama, kamu cuma senyam- senyum tersipu malu.
hahaha. akuu paling suka mukamu yang ituu.
Masih ingat saat mata kita berpapasan, bertubrukan, sesaat kemudian kita berdua tersenyum malu. haha. dalam hati berkata, "ketahuan".
Hahaha,
walau baru dua hari tak bertemu,
aku rindu kamu.
aku rindu semuanya tentang kamuuu.
aku rindu kamu, pakkk.
Kerinduan yang memuncak
~Marsya Sataly~
Selasa, 17 November 2015
Sabar cuy, sing tenang...
Hay hy
semuaaa,,, Haha, long time no see,,,,,
Okee kali
ini aku akan menemani kalian semua di acara yang tak ada namanya dan tak jelas
ini, bersama makhluk tak jelas namun bukan makhluk astral, Marsya Sataly.
Kali ini
aku mau bercerita pengalamanku tentang sabar. Yaa, lima huruf namun bermakna
tak terhingga, berarti sodaraan sama lingkaran. Hhaha. #rajelas.
Yaaa,
siapa yang gak tahu dengan kata “sabar” ? siapa yang gak kenal dengan lima huruf ini? Hahaha, kadang orang mending ga kenal sama kata ini, abis sabar
identik dengan menunggu. Haha, kata sapa? Kata raisa. Bahahaha. #rajelaskedua
Akuuu sedang
sabar nih pembaca. Haha, (pembaca invisible) maksudnya karena aku gak tahu ada
apa gak yang mau baca tulisan sedikit gak jelas ini. Nah kan, maaf maaf dari
tadi kurang akua, jadi kurang fokus. Haha.
Okee aku
bener-bener lagi bersabar menghadapi alur kehidupanku. setiap orang memang
berbeda dalam menghadapi berbagai kerumitan hidup yang terkadang mau gak mau
dihadapi. Terkadang cobaan hidup tiba-tiba datang dan mau tak mau kita tak bisa
menutup mata seakan-akan itu cobaan bukan buat kita. Yaa,,, coba aja, kalau cobaan
itu kaya cewe atau cowo yang sedang kita taksir? Yaaa cobaan bakal diharapin
kehadirannya setiap saat dan setiap waktu palah. Haha
Banyak orang
bilang katanya sabar itu pasti akan membuahkan hasil yang baik. Aku sering
mencoba, ngetes apa bener kata-kata itu, alhasil aku merasakan bahwa ada
benarnya juga, dimana sabar pasti biasanya baik akhirnya.
Contoh nih
sabar dalam kehidupanku, jadi aku ada kuliah pagi setiap hari selasa. Mau gak
mau aku harus bangun pagi kan, nah disaat aku harus bangun pagi, aku sabar untuk
tidak tidur di perjalanan ke kampus, dan akhirnya kesabaranku membuahkan hasil,
ketika aku sudah sampai ruang kelas, aku bisa melanjutkan tidur lagi, terkadang
malah dapat dongengan dari dosen. Tuh kan, ini contoh sabar yang membuahkan
hasil, entah baik atau buruk, itu tergantung sudut pandangnya. Wkwk. Yang pasti,
kala itu aku bahagia. Senang rasanya bisa melanjutkan tidur yang baru setengah.
Lain cerita
aku sedang proses penggarapan project akhir mahasiswa, yaa banyak yang bilang
skripshit, haha. Mungkin yang ngomong itu punya dendam terdalam kali yaaa. Haha.
Yaaa, kebetulan
aku ikut penelitian dosen, entah suatu hal yang menguntungkan atau malah
merugikan. Habis bagaimana yaa, setiap orang kan biasanya memandang rumput
tetangga lebih baik. Jadi di suatu hari, di kampus aku lagi duduk di depan
mushola (tempat strategis menunggu dosen pembimbing, karena biasanya dosen
parkir di halaman depan), nah saat itu ketemu temanku yang tidak ikut
penelitian dosen. “lagi ngapain sya?” katanya.
“lagi
nungguin yayang, belum ada kayanya koh? “ sautku, mengatakan dosen pembimbing
yayang. Yaa abis, ga pagi, siang, sore, ga malam ,ga senin, selasa, rabu,
hingga balik senin lagi, ga oktober, ga november, aku nungguin berita darinya,
kehadirannya, dan kejelasannya tentang misteri dosen pembimbing keduaku yang
tak kunjung terkuak.
“owalah,
setia amet nungguinnya sya? Pantes jones mulu.” Balas temanku
“yaelah,
ngapa nunggu dosen disambungin ama jones si? Perasaan apa yang berhubungan ama
aku ujung-ujungnya pesti jones. Jadi jones meradang beneran kan aku. Mulai baper
nih, jadi laper, beliin burger donk eneng masss?” #jonesmeradang
“kamu
udah sampai gila gitu apa sya? Lebay amat.”
“hahaha,
bisik lah kamu. Lha kamu lagi mau ngapain ke kampus?” kataku ngalihin
perbincangan supaya jonesku tidak menganga.
“ini,
ngefix-in hari buat seminar proposal.”
“buset,
udah mau seminar proposal aja kamu yaaaa”
“lha akun
kan awal semester ini udah jalan terus konsulnya.”
“lhaa,
bagaimana denganku? Proposal sampai saat ini aja mungkin belum dibaca, apalagi
kabar tentang dosen pembimbing duaaa?”
“lhaaa,
tapi kan kamu uda penelitian sya. Masih sabar lagi nunggu kepastiannya, kalau
aku jadi kamu, aku kejar-kejar itu dosen. “
“haha,
untung kamu bukan aku yaaa, wkwkwk. Iyaa si,, seandaikan aku gak ikut
penelitian dosen yaa? jadi ga di gantungin dosen pembimbing duanya siapa,”
“seandaikan
aku ikut penelitian dosen, mungkin banget aku udah nemu hasil penelitian, walau
aku belum seminar.”
“buset,
kita kok jadi bermimpi begini yaa? memang, rumput tetangga kadang terlihat
lebih baik, padahal nyatanya, sama aja nemu plus and minusnyaa. #quotesku
Haha, aku
sampai detik penulisan ini, gak tahu, ini tulisan disebut apa, ga jelas banget
alurnya, cerpen bukan, roman bukan, apalagi jauh dari puisi, laah gak papa
semoga pembaca invisible bisa
mengambil kesimpulan kalau ada. Atau ga menarik benang merah dari tulisan ini. Kalau
gak ada merah, biru atau putih ya gak papa. #rajelasmaning
Oke,
bahas sabar, aku juga lagi sabar banget cari data. Yaps, walau aku belum pernah
konsul, aku mulai konsul sendiri ke diriku, yaa melihat lagi kali aja proposal
penelitianku ada yang kurang. Dan ternyata aku kebingungan, hingga bertemu
Atsar, yaa sapa lagi patner ynag betulan bisa disebut partner. Setelah ia
mengatakan kurang sana sini, dan hilangkan ini itu, seperti yang aku lakukan
padanya, dan akhirnya aku mencari data kembali, dan akhirnya aku sabar hingga
detik ini karena belum menemukan datanya.
Ketika aku
sedang ingin menulis dan bukan saat malam minggu, sehingga feel menulis tentang
pengalaman cintaku belum bisa tersalurkan, dan aku harus bersabar menunggu sore
malam minggu pada minggu itu, supaya aku bisa menyalurkannya. Namun,
kenyataannya saat sore, malam minggu itu, aku terkadang tidak ada feel menulis,
palah akhir-akhir ini sedang tak bisa, karena sore malam mingguku sudah ada
agenda. Haha. Biasa, sebenarnya kalau acara sore, malam minggu itu dibuat,
berarti aku sedang senggang sekali saat itu. hahaha. #jonesmulaimeradang. So,
akhirnya ketika pada saat ini saja misalnya, aku ingin menulis tentang
percintaanku, aku harus menunggu setidaknya hari sabtu lagi. Jadi kaya
tunggu-tungguan gitu. Yaa yang sabar yaaa,, wkwk
Haha, iya
kaya minggu lalu, aku mau gak mau harus menemani adikku, dia mau nonton sheila
on 7 di cilacap.
So, aku nemenin dia kan, dari mulai jadi ojeknya, pendanaan,
hingga body guard dia waktu nonton konser. Apalagi saat dia pengin banget
berdiri paling depan di panggung, supaya bisa berjabat tangan, foto, dan dekat
dengan idolanya. Sabar aku lakukan disitu, ketika sheila on 7 tak kunjung
datang, adikku merangsak berjalan ke depan mengisi kekosongan di kurumunan yang
sudah ada menanti idolanya, hingga aku dan ia serta saudara, dan teman
saudaraku menantinya dengan sangat sabar, berjam-jam sudah berlalu, dan masih
tak kunjung datang itu si Duta, dan akhirnya sampai Duta datang di panggung,
aku sudah tak kuat dan ingin mundur, namun mau tak mau aku tak bisa
meninggalkan adikku yang manja itu. sudah satu jam setengah pertunjukan Si
Duta, dan aku sudah tak kuat lagi, di tambah adikku yang nekad maju maju terus
menyrobos kerumunan, dan akhirnya, aku memutuskan untuk mundur dari kerumunan
dan duduk di bersandar di pohon. Muka Duta yang lumayan ganteng sudah tak bisa
aku lihat dan aku masih memikirkan adikku, hingga aku duduk di dekat jalur evakuasi
korban pingsan, berharap jika amit-amitnya adikku gak kuat di depan, maka aku
bisa tahu dengan mengenali bajunya, dengan mengamati orang –orang yang pingsan terlihat
di gotong dengan tandunya. Haha, dan disitu aku sabar sekali hingga konser yang
menurutku seperti pertunjukan itu selesai.
Sabarku
saat itu tidak berhenti begitu saja. setelah selesai, aku mau tak mau merangsek
ke depan, karena aku tidak melihat korban pingsan yang diselamatkan di jalur
evakuasi itu tidak ada adikku. Aku merangsek hingga 2 meter di depan panggung,
melihat ke kanan dan kekiri ke depan ke belakang, dan akhirnya aku menemukan
adikku itu jauh dibelakang di tempat aku tadi menunggunya di dekat jalur
evakuasi. Busettt, dalam hatiku mengatakan ngapain jugaa aku disini. berasa
kaya sheilagank (nama fans sheila on 7). Haha. Sabar. Sabar....
Sabar itu,
menurutku juga termasuk nunggu ponsel terisi penuh, ketika penuh, tiba-tiba ada
temen pinjem entah buat mainan di aplikasi handphoneku, dan tiba-tiba mau
makai, eh batu baterainya lowbat, hingga mau gak mau kudu ngecas lagi. Haha. Atau
ga, ketika melihat orang udah jelas-jelas kelihatan perhatian, respek, hingga
keliahtan ada bumbu-bumbu cinta antara dia dan aku, namun kelihatan susah
banget buat ngeluarin perasaannya itu. hingga sabar, pengin selesein tulisan
ini, yang gak tahu bakal di baca atau ga sama orang, atau gak, gak tahu juga,
kalau ada pembaca bakal paham apa ga sama tulisan ga jelas ini, atau gaa ada
yang mau baca tulisan ini apa gak, yang pasti pengin ngeakhirin tulisan yang ga
jelas ini, tapi pengin masih banyak aku tulis, tapi aku udah pengin nyelesein,
yaaahh intinya, semoga aja ada yang baca, ambil kesimpulan, mau temenan ama
yang namanya sabar, baik dalam hal apapun, dan keadaan apapun, karena
menurutku, menurut saya, marsya sataly, kesabaran itu memang tidak ada
batasnya. Dah itu aja. Itu aja dah intinya.
Dan, tunggu saja kisah sabarku yang
tak jelas ini, wkwkwk. Yang pasti sabar itu perlu, dan berusaha juga sangat
perlu. Tinggal pinter-pinternya kita menempatkan usaha dan sabar pada tempatnya
masing-masing, dan mulailah belajar untuk bijak. Bukan bijaksana dan bukan
bijaksini. Mending bijaksanasini biar adil. Okee selamat malam, dan selamat
bersabar hingga kapanpun.
Sabtu, 24 Oktober 2015
Sore, Malam Minggu Part 7
Selamat sore guys,,,,,
Ketemu lagi bersama saya Marsya Sataly di acara yang
tidak kita tunggu-tunggu yaitu Sore, Malam Minggu part 7. Maaf banget nih baru
sempet nongol lagi, karena kesibukan aku yang sangat gabut sehingga acara ini
tidak terurus. Hahahaha. Atau gak karena aku yang memang sedang bertapa
memikirkan sesuatu tentang kejonesanku yang semakin hari semakin menganga. Hahahaha.
Bagaimanapun juga selamat sore semuanyaaaa. . .
Selamat malam minggu yaaaa,(aku mengatakannya dengan setengah hati)
Hm, oke kali ini bicara tentang apa enaknya yaa aku? Waktu
di acara sebelumnya aku menginginkan cerita urut, baiklah, karena keinginanku
sedang ingin menceritakan tak urut jadi aku akan meloncat lagi. Hm. Ragenah.
Kali ini aku akan memperkenalkan seseorang katakanlah
Tupai. Ia baru ku kenal empat bulan lalu. yaaa walaupun baru kenal, kita sudah
dekat karena program kampus yang membuat mau tak mau kami tinggal serumah
bersama, eits. Kita kagak kumpul kebo, ada banyak teman yang lain jugaaa. Tenang.
Tenang para pembaca setiaku yang aku sendiri tak yakin ada atau tidak. hahaha.
Ya sebut saja Tupai itu seorang yang baik. Mungkin ku
lihat sekilas ada kemiripan dengan si Kuda. Hanya saja dia lebih banyak bicara,
hiperaktif dan suka bertingkah aneh sendiri. Awal mulanya kami berdua biasa
saja. Hanya mungkin kami sedikit dekat dengannya sebelum kami serumah bersama.
Hal berbeda mulai aku rasa ketika aku diprotes teman
lain, karena koleksi foto-fotoku lebih banyak dengan yang lain. Padahal itu
bukan kameraku, dan aku pun jarang meminta difotokan. Memang banyak ditemukan fotoku yang aku sendiri tak sadar kamera, aku
penasaran hingga aku bertanya itu siapa yang menjepret foto dan ternyata usut
punya usut adalah si Tupai. Hingga akhirnya saat hari kemerdekaan RI, ia
menjepret foto dengan model adalah aku, dan dengan gayaku yang beraneka ragam. Aku tak meminta, ia yang menyuruhnya. Yaaa sudah aku turuti saja, lumayan
belajar jadi foto model.
Hahaha. jadi ingat saat di Bali bersama Kuda, ia pun
memperlakukanku seperti itu, haha. Coba badannya agak ke kiri, dagunya
dinaikkan, mundur sedikit, jangan gerak dulu, hingga cobalah tersenyum, hahaha.
ga sekalian pinggungnya kesamping, atau ga kaki keduanya diangkat, atau ga
masukin mukanya ke dalam baju, wkwkwk. aku jadi inget kan. Huhu.
Yaaa, setelah itu, ia lebih memintaku menemaninya, entah
untuk urusan apa saja waktu itu, hingga ke mesjid pun seperti biasa ia
mengajakku terus, terkadang aku mau, terkadang kagak, karena aku lebih suka
berniat dari diri sendiri, hehe. Bilang aja lagi M (males), haha.
Akhirnya hingga kurang 2 hari lagi kita semuaa serumah. Kami
bersiap-siap pulang. hingga akhirnya ketika malam terakhir, seperti biasa kami
mengadakan semacam mainan Truth or death (TOD) . Kebenaran atau kematian. Parah
memang, tapi semuanya setuju setuju saja. Ketika itu TOD sampai ke Tupai,
seperti biasa di tanya ada rasa tidak dengan seseorang disini, ia awalnya
mengelak untuk menjawab, hingga temanku bilang “kamu kalo bohong mati loh”, ia
hanya menjawab, ‘ia kalau aku memang harus mati aku siap” , palah diambil
serius sama itu bocah, ckck.
Melalui proses yang berkelit-kelit, seperti ular yang
sedang kedinginan, akhirnya ia mengakui, suka dengan temanku yang kalem, dan
tiba-tiba ia menyebut namaku di daftar orang yang disukainya. Buset,, aku kaget
ga setengah mati. Karena aku udah mulai tahu dia ada rasa denganku. Abis dia
suka sama orang bilang-bilang ke temen-temen lainnya, yaaa kagak jadi cinta
platonis kan. Hehe.
Besoknya, ia bercerita memimpikan seseorang yang cantik
jelita bener-bener cantik, dan di depan anak- anak di mengatakan seseorang itu
Marsya. Aku? Buset lagi,,, aku cuma geleng-geleng. Setelah ia mengatakan ini,
ia perlahan mendekatiku, ia berkata padaku, “Sya, habis ini kita foto bareng
ya, berdua saja. “ buset lagi,,, aku cuma
manggut-manggut bingung mau jawab gimana. Toh ini juga hari terakhir jadilah
setelah itu kami foto berdua di gang sempit.
Setelah itu, kita bergegas pulang, karena ibu mengundang
temen-temen tuk main kerumah akhirnya semua kerumah dan hanya satu temanku yang
tak ikut. Kalian tahu? Ia menjaga semua ikan kecil yang anak-anak pelihara dan menjadi
milikku, ia mencari batu-batu klawing dimana dia tahu aku mau batu itu untuk
kolam setapakku didepan rumah, dan alhasil saat perjalanan pulang, ia tak
sengaja membuat video yang temanku sodorkan ke dia. Video itu berdurasi tak
hampir satu menit, yang pasti kata-katanya yang mengena adalah “aku mencintaimu
Marsya Sataly, tunggulah aku dua tahun lagi”.
Aku benar-benar tak bisa berkata apa-apa ketika melihat
video itu dihadapannya. Haha, aku hanya tersenyum tanpa tahu makna dibalik
senyumku yang mengembang itu. hingga akhirnya aku teringat pula saat satu tahun
lalu, di tempat yang biasa aku dan kuda bertemu, bercerita, dan berbagi, ia
pernah berkata, “ nanti ya, kalau aku sudah jadi komandan, aku kerumahmu.”
Hahaha, detik ini, aku mengenang peristiwa itu semua,
antara percaya tak percaya, hingga kini aku melihat keseriusan keduanya. Oh My
God, lantas mengapa aku masih belum bisa berpaling dengan seseorang yang masih
terukir namanya dalam hati ini?
Kata orang aku gak jones, aku hanya merasa jones saja katanya. Entahlah, yang pasti jika aku tak merasa jones maka acara Sore, malam minggu ini takkan pernah ada dan tak mungkin berpart-part.
Kata orang aku gak jones, aku hanya merasa jones saja katanya. Entahlah, yang pasti jika aku tak merasa jones maka acara Sore, malam minggu ini takkan pernah ada dan tak mungkin berpart-part.
Salam jones stay cool, dan salam jones meradang saat malam minggu!
Selasa, 20 Oktober 2015
S E L A S A S I A N G
Hahaha,,,
Sudah lama tak menulis, menulis selagi ada, menulis selagi
bisa, menulis selagi mampu, dibandingkan berkata yang tidak-tidak, berbulshit
ria atau sekadar omong belaka.Oke bali lagi bersama dengan saya Marsya Sataly
di acara yang aku tak tahu apa namanya ini. Haha. Bukan Sore Malam Minggu pastinya karena sekarang masih hari
Selasa. Okelah kalau begitu saya namai dengan Selasa Ceria. Haha krik krik
krik. Entahlah apa mauku ini.
Haha
Kali ini aku sedang menertawai diriku sendiri. Karena diriku
tambah lucu. Menulis seperti anak SD, mencoba berubah dengan cara berteman
dengan powerranger, ultramen, atau gak bimasakti. Tapi baru sedikit berubah, Eh
aku baru kepikiran, kenapa gak berubah jadi Ganteng- ganteng serigala, atau
manusia 7 harimau ya? Mungkin aku bisa berubah cepet. Tapi gak gak dink, apapun
yang instan tak baik. Jangan diikuti yang instan!
Hahaha, aku mengusap kepalaku sendiri barusan. Hm,, maklum
saya mandiri jadi yaa mengusap sendiri. Wkwk. Gak ada jones disini, selain
malam minggu aku menyebut diriku “ jomblo stay cool” . haha, itupun kata-kata
dari temanku.
Oke kembali lagi, hmmm. Aku memang belum banyak berubah,
karena mungkin aku kurang intens berteman dengan powerrangger dan sebangsanya. Haha,
ketawa lagi. Beginilah dalam hatiku. Selalu riuh dengan tawaan, apa lagi tawaan
untuk diriku sendiri.
Hm,,, yang pasti apa yang aku alami hampir seminggu lebih ini
menjadi pelajaran untukku, Sang Pencipta memang menentukan semuanya dengan
indah. yaa sangat indah, dan kali ini senyumku yang manis mengembang.
Rasa sakit, kecewa, sedih, gelisah, mengganjal pasti akan
selalu ada, dan aku hanya ingin mengatakan pada diriku sendiri “jangan lupa
bahagia! Udah itu ajaaah” haha.
Hm,, aku hanya berharap, tak sepenuhnya berharap,
agar semuanya akan baik-baik saja. Aku akan berusaha
ke Kediri lewat Ponorogo , Tekun, Teken, Tekan lan Andap Asor. Tak perlu
menunggu, tonton saja. Tak perlu berkata banyak, lihat saja, dan tak perlu
kata-kata,”let’s go!”. Raih kebahagiaan batin, jiwa dan raga dengan cara yang
tepat. Karena bahagia hak semua orang dan berubahlah semampumu, agar tetap
seimbang, entah dari mana kata-kata ini melesat yang pasti bukan dari suara
adzan dhuhur yang baru saja berkumandan.
See you again and selamat siang . . .
~MarsyaSataly~
Kamis, 15 Oktober 2015
Sore, eroS
Ku melihat seorang gadis sedang tertunduk lesu di pojok perpustakaan kampusnya. tak ada orang disana, tak ada makhluk bernyawa disana, yang ada hanya tumpukan buku usang berjejer rapi berwarna kuning.
Gadis itu terlihat lesu, tak punya semangat, dan terlihat menyendiri. entah apa yang terjadi padanya, aku tak tahu. hanya saja, ketika aku sedang mencoba mendekatinya ia menghilang.
ah, aku sedang tidak parno. namun inilah yang terjadi.
Aku kembali lagi ketempat awalku. lagi lagi gadis itu ada, dan terlihat lagi di pojokan. kali ini dia menunjukan kegelisahannya, seperti menundukan kepalanya, membenangkan wajahnya dalam-dalam. memegang kening dahinya, menyandarkan punggungnya ke dinding yang usang, membaringkan wajahnya hingga menyentuh rak buku, sesekali air matanya turun jatuh membasahi pipinya. sesekali mengeluarkan nafasnya yang panjang. mengetuk-ngetuk permukaan keramik tanpa kesudahan, sesekali melihat jam di tangannya, hingga ia terlelap tidur sejenak.
Saat tertidur itu, aku mencoba mendekatinya, takut-takut dia pingsan tak sadarkan diri. Pada saat itu seketika aku reflek memegang bahunya.
mencoba membangunkannya dan seketika menyentuh keningnya, panas, dia demam.
Gadis itu bangun, mungkin merasakan sentuhan yang aku lakukan. setelah itu, ia memegang kakiku, tak berbicara, hanya menatapku lekat-lekat. aku tak begitu paham. aku hanya mengatakan padanya "aku kan menemaninya berobat jika ia mau", sontak gadis itu hanya mengangguk dan bergegas bangun. Ku mencoba merangkulnya, karena tubuhnya terlihat sangat lemah dan kelihatannya ia sedang merasakan sakit di kepalanya. aku hanya mengatakan "masihkah kuat?" Ia hanya mengangguk dan memegang erat tubuhku.
Hingga akhirnya kami tiba di depan klinik itu. aku membawanya masuk ke dalam dan membantunya duduk di ruang tunggu. Ia hanya memberikan kartu padaku untuk proses administrasi. aku menerimanya, lalu memberikan kartu itu pada petugas admin klinik tersebut, Petugas itu berkata, "atas nama Marsya Sataly, tolong tunggu sebentar nanti akan saya panggil lagi untuk dipriksa"
Aku terkejut. mengapa Aku? aku mengelak pada petugas tersebut, petugas itu hanya menunjukkan kembali kartu identitas yang kuberi tadi, dan benar itu kartu identitasku. Seketika itu juga, aku melihat ke belakang, kursi ruang tunggu dan tak ada orang disitu.
Lantas siapakah gadis itu? seketika aku jatuh tak sadarkan diri. entah karena terkejut, atau mungkin aku memang sedang tidak baik-baik saja?
~marsya sataly~
Kamis, 08 Oktober 2015
gadis itu,
Udara malam menyapanya. Dingin memang, namun menurut gadis itu, ini tak seberapa di banding dinginnya udara di pagi hari. Hari ini, fisiknya baik-baik saja. Hatinya? Jangan ditanya, yaa seperti itu saja. Jiwanya? Haha. Nah ini. Jiwanya seperti musim kemarau, gersang, surut, kering kerontang.
Maka nikmat Tuhan, manakah yang kamu dustakan?
Oh, Tuhan. Terbesit kalimat itu di benaknya. Sungguh gadis itu sedang berhenti di pinggir jalan. Tidak melihat sekelilingnya tidak. ia hanya ingin duduk bersandar di badan pohon besar. Ia meletakkan semuanya di pohon itu. lelah, letih, kebingungan, keresahan, apapun itu yang mengganggu hati. Sesaat kemudian ia tersenyum kecut. Sangat kecut hingga menimbulkan lipatan kecil di kelopak matanya. Detik selanjutnya, kelopak mata yang kecil itu mengeluarkan satu butir air. Di susul dengan jatuhnya butiran air mata yang begitu deras tanpa suara.
Kali ini, tak ada satu batang, terlebih gumpalan kecil asap hitam itu. mungkin ia telah sadar betul, fisiknya mulai lemah. Ia tak ingin membunuh dirinya sendiri dengan amat perlahan, dan ia sadar, hidupnya sangat berharga dan patut di perjuangkan.
Pantulan lampu jingga menyinari jalan raya di depannya. Detik ini, gadis itu berhenti menangis. Ia mulai membenahi posisi duduknya. Semburan angin lalu keluar dari lubang hidungnya. Sekali lagi, ia menghela nafas panjang dan memaksa angin itu keluar. “haha” terdengar samar ia tertawa dengan datar.
Suara klakson terdengar bersautan dari jauh. Motor mobil berlalu lalang melintas dan sesekali muka jalan lengah hanya terdengar bunyi jangkrik yang bersautan. Sudah hampir satu jam gadis itu berada disana. Tak ada tanda- tanda ia akan bergegas pulang, hingga tiba- tiba gerakan kepalanya menunduk sejadinya ke dalam lekuk tubuhnya yang mulai kehilangan tenaga.
Entah apa yang ia lakukan, yang pasti itu hanya sebentar. Sesaat setelah itu, gadis itu mulai bangun dan bergegas pergi dengan motor kesayangannya. . .
Langganan:
Postingan (Atom)