Rabu, 15 April 2015

5x9


Ini bukan sebuah bilangan perkalian, Bukan. Ini bukan sebuah angka dalam matematika, Bukan. Ini juga bukan sebuah ukuran foto, Bukan. Hmm. Ini tentang persegi panjang, ya persegi panjang itu.

Persegi panjang itu sungguh hebat, benar-benar hebat.betul.Aku mengaguminya. Mungkin sejak menyukai keindahan alam aku mulai tertarik padanya. Mungkin. Awalnya aku hanya mengaguminya dan yaa sudah, aku tak ingin memilikinya, Tidak.

Mungkin saat itu, aku berfikiran bahwa cukup kedua manik hitam ini saja yang merekam semuanya, Sudah. Kedua manik hitam yang sudah mulai lelah untuk di gunakan, Mungkin. Haha, maafkan aku. Mungkin aku melewatkanmu. Maaf. Aku benar-benar minta maaf.

Ahh,,, masih teringat sekali dibenakku, saat kedua kaki ini melangkah jauh, hingga langkah terakhir menggapai puncak gunung yang hampir setiap hari ku lihat. Saat itu, angin berhembus begitu kencang hingga kelopak mataku yang sudah kecil ini, pada akhirnya memaksaku menutup manik-manik itu, menghalau deburan debu yang berterbangan, hanya beberapa detik memang, mungkin antara satu dua hingga tiga detik, setelah itu ku buka kelopak mata ini dan subhanalloh, aku hanya tersenyum bahagia, hingga jajaran gigiku yang tak beraturan ini pun terlihat. haha

Siapa yang menyangka, bahwa saat kelopak mataku terbuka, ku mendapat hadiah alam berupa warna-warni berjejer rapi beraturan membentuk setengah lingkaran, berpadu dengan hamparan langit biru yang luas tak berujung itu. yaa, ada pelangi di puncak gunung itu. indah, sungguh indah.

Aku pun segera melihat kebelakang, melihat kawan-kawanku yang bergerak mendekatiku, dengan background awan putih bergerombol,dan sontakku berteriak “ puncak, puncak. Pinjam kamera, Ada ,,,,,,” saat aku melihat ke depan dan tadaaaaa,,, hilang sudah pelangi itu. Benar. Lolos sudah hadiah alam terindah itu dalam sebuah jepretan.

Lagi-lagi untuk kedua,ketiga, keempat dan kelima gunung aku tapaki, dan lagi-lagi aku hanya mengandalkan kedua manik hitam ini untuk merekam benar-benar pemandangan yang mahal itu. teringat pula dibenakku,saat dibawah bertemu sungai yang berisi air sangat jernih nan luas itu, ku mampu melihatnya sangat kecil, hingga ku tak mempercayai bahwa itu sungai yang tadi aku lewati.entah diketinggian berapa saat itu aku melihatnya. saat ku melihat burung elang berterbangan luas diangkasa, aku pun dapat melihat dengan jelas saat seekor monyet menghampiriku ketika ku sedang beristirahat memakan roti. Ketika aku melihat sebongkahan batu berjatuhan, ketika aku melihat kaldera, ketika aku melihat garis berliuk-liuk berwarna orange yang sebenarnya itu adalah jalan raya yang kemarin aku lewati dibawah. Saat aku melihat masjid besar dengan gapura berkerlap-kerlip selepas subuh menjadi sangat kecil hingga bahkan sangat samar melihat warna kerlap kerlip itu dari ketinggian, saat aku melihat bukit-bukit yang sangat besar, Ketika aku lihat bagaimana setetes embun berjatuhan ke dahan yang kering, ketika aku melihat puncak-puncak gunung begitu sangat dekatnya, ketika aku melihat iringan awan berarak dengan lumayan cepat, berkumpul di satu titik dimana dibawahnya banyak sekali makhluk hidup yang sedang dan mulai beraktifitas,sebagian makhluk yang memang pantas disebut makhluk tersombong, karena tak pernah mensyukuri keberadaan awan berarak itu,haha,, yaa. termasuk aku.

5x9

Membutuhkan dan hanya sekadar menginginkan memang sangat dekat. Mungkin seperti mata uang logam. Seperti halnya denganku. Pada awalnya aku tak ingin menginginkannya, karena akupun dengan sendirinya sanggup merekam segalanya dengan kedua manik hitam ini. Hanya saja, akupun sadar akan keterbatasanku, dan mungkin saat ini, aku sudah merasa membutuhkannya.

Memang benar, saat ini Aku mengaguminya, aku menginginkannya, dan aku ingin memilikinya. Setidaknya, aku memiliki kedua-duanya. Bukan serakah terlebih maruk, Bukan. Hanya saja, aku ingin menikmati keindahan alam, sesekali tersadar dengan hadiah alam dengan kedua manik hitam ini, sekaligus aku ingin sekali mengabadikan detik yang tak mungkin dapat kembali, dan mencuri sedikit hadiah alam itu. bisakah?

Hahaha. Mungkin bisa, jika 5x9 ku ini dapat berjalan dengan baik.
Jika tidak,,
Mungkin, aku akan memasrahkannya pada kedua manik hitam yang mulai lelah ini. Mungkin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar