Kamis, 19 Mei 2016

Marsya Sataly

Selamat malam, malam panjang....

Haha. Oke, kali ini tidak mau serius. Juga tidak pengin begitu bercanda. Wkwk. Jadi biasa-biasa saja. wkwk. Aneh yaa? haha, ya begitulah dia, Aneh tak terduga. Banyak menyebalkannya, namun ngangeni. Suka ngelawak, tapi suka serius banget nanggapi sesuatu, orangnya sangat hati-hati, penuh pertimbangan, hingga terkadang banyak mikir tanpa action. Walau begitu, ketika action ia akan total dalam menjalankannya.

Orang yang kaku, kurang luwes, kurang kemayu. Haha, sangat jauh dari kata “cewe”. Tapi, hatinya seperti ager-ager. Ketika disentuh, Ia akan langsung bisa merasakannya. Ketika disentuh dengan sentuhan keras, dia akan sangat merasakannya hingga dapat pecah. Ketika hatinya ditinggalkan, Ia begitu rapuh. Haha. Begitulah Ia sangat perasa. Sangat-sangat “dalem” dalam memaknai sesuatu. Sangat suka filosofi, sangat suka menyentuh sesuatu dari hati. Ia begitu, karena menurutnya, ketika seseorang disentuh hatinya, maka Itu akan tepat sasaran. tepat dalam hal apapun.

Walau begitu, Ia sangat pemikir. Hingga Ia memiliki sedikit banyak gangguan dalam kepalanya. Haha, ya sesuatu yang biasanya mematikan segala aktifitasnya. Ia sangat teliti, sangat hati-hati dalam melangkah, terlebih untuk kehidupannya. Ia seseorang yang cermat, suka menganalisis, namun sayang Ia suka bertindak seenaknya. Ia suka melakukan tindakan impulsif, tindakan yang berasal dari hatinya. Terkadang Ia, menganggap sesuatu hal itu begitu penting, Ia suka sekali mengenang, memaknai seluruh barang dan apapun itu. ia suka hal-hal sistematis, namun, itu hanya berlaku dalam pikirannya, karena nyatanya, ia biasanya langsung mengaplikasikan sesuatu menjadi simple, ia sangat berantakan, jorok, dan semrawut. Sosoknya sederhana, dan mencoba selalu apa-adanya.  Seseorang yang sangat suka kata “apresiasi”, karena baginya, itu sangat penting. suka toleransi, suka dan selalu berusaha memahami, mengerti seseorang.

Ia, seseorang yang berusaha mencoba selalu berubah untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Terkadang bisa terbuka, terkadang sangat tertutup. Terkadang bicaranya tak jelas, namun sering ceplas-ceplos, membuat orang yang belum mengerti dirinya, seakan melihat Ia seseorang yang blak-blakan. Ia seseorang yang selalu mempertahankan prinsip, keyakinannya hanya satu, percaya dengan jalan yang sudah dibuat oleh Yang Buat Hidup. Semangatnya sangat menggelora, seperti sorak-sorai penggemar persija di Gelora Bung Karno. Sayangnya, terkadang Ia suka merasa jatuh. Hingga ia merasa begitu sangat lemah, Ia merasa seperti pecundang. Pengecut, dan hanya jago kandang. Hebatnya, setelah itu ia mencoba bangkit, dengan segala macam cara dalam pikirannya, yang pasti itu masih baik.

Haha, dia tidak licik sebenarnya, hanya saja dia penuh strategi. Penuh siasat, dan terkadang pintar menyiasati sesuatu. Ia, dikenal dengan troblemaker. Walau begitu, sebenarnya, Ia seseorang yang baik. Ia seseorang yang berusah membuat orang lain  bahagia. Seseorang yang suka menolong semut ketika tenggelam, seseorang yang suka mengamati, titen pangerten. Namun sayang, dia seseorang yang sangat susah mengikhlaskan sesuatu yang sudah terjadi. Ia seseorang yang sebenarnya bukan pendendam, hanya saja ia masih kesal. Seseorang yang terkadang tidak bisa mengontrol emosi, namun seseorang yang sebenarnya sangat setia. Haha.

Seseorang yang punya mimpi besar. Dia seseorang yang tidak banyak bicara namun menunjukkannya dengan bukti. Seseorang yang terkadang seenaknya sendiri, sukanya sendiri, namun sungguh Ia amat perhatian. Terlebih dengan orang-orang yang dianggapnya sangat erat dengannya. Seseorang yang selalu semangat mengumpulkan orang-orang, makrab, atau apalah, dan sangat suka dengan kebersamaan. Seseorang yang suka olahraga, seseorang yang sangat maniak buku. Maniak hasil penelitian, maniak filosofi, dan maniak tentang ilmu hidup.

Seseorang yang sebenarnya bukan ahli agama, hanya saja seseorang yang mencoba selalu dekat dengan Sang Pencipta. Seseorang yang sebenarnya berusaha untuk sopan dan santun, namun terkadang, dia melakukan tindakan yang slengean. Seseorang yang rela berkorban untuk orang lain, namun sangat keras dengan orang-orang yang terkadang sangat meremehkannya. Orang-orang yang menginjaknya, orang-orang yang mempergunakn sebuah sistem dengan semena-mena. Segala bentuk tindakan kekerasan, penghinaan, hingga penindasan sangat Ia benci. Walau begitu, sungguh, sebenarnya hatinya baik. Sangat baik terlebih dengan orang-orang lemah. Sangat suka menolong, sangat suka tidur, dan sangat suka memperhatikan.Terakhir, di seseorang yang berkemauan besar, seseorang yang akan berusaha selalu menjadi dirinya, seseorang yang selalu tetap berusaha menjadi seorang yang baik, mampu meletakkan segalanya dengan tepat, pada porsinya. Seseorang yang sangat suka dengan lingkungan alam, dan seseorang yang akan selalu mengetuk hati orang lain dengan kebaikan yang tulus. 

Yaps, seseorang itu, tak lain tak bukan, Marsya Sataly. Hari ini tepat 22 tahun usianya, doaku, tetap jadi pribadi yang humble, apa adanya dan selalu berbagi kebermaknaan untuk semuanya. Selamat hari lahir Marsya Sataly. Selain hadiah terindah dalam ulangtahunmu, saat itu, sebuah khataman al-Qur’an. Kali ini aku akan menghadiahimu sebuah kelulusan bangku kuliah yang tak pernah kau pikirkan. Aku hadiahi kamu sebagai lulusan terbaik ke-6 di Fakultasmu, dan aku ridhoi keberhasilanmu. Doaku untukmu, tak banyak berbeda dari temanmu. haha, temanmu yang tak sengaja mengado untukmu. 

Semoga kau sukses dunia akherat. Semoga panjang umur, dan bahagia lahir batin. Aku menyayangimu, myself. 

Selasa, 17 Mei 2016

sebut saja, rindu.


Rindu itu tak menghilang. Rindu itu hanya bersembunyi didalam relung hatiku.

Cinta itu tidak berkurang. Hanya saja, Ia  berada jauh disana.

Rasa itu masih tetap ada. Tetap disitu. Di sudut ruang yang sangat hitam pekat.

Sosok dirimu sangat kuat dalam ingatanku. Aku tak berusaha menghapusnya.
Namun, Akan aku biarkan itu tertutup, tertumpuk dengan ingatan lain.

Aku tidak bisa melupakanmu.
Bukan karena ingin.
Hanya saja, kerinduan itu terkadang menyeruak  ke permukaan, dan melumpuhkan syaraf berfikirku.

Sesungguhnya, aku senang. Aku senang memiliki sebuah perasaan rindu.
Dari rindu, setidaknya aku terlihat sangat manusiawi.

Dari rindu itu, aku susah melupakanmu,
Dari rindu itu, setidaknya membuatku sadar akan spesialnya dirimu di hatiku.

Selamat malam.
Malam yang panjang ...

~ms~

Senin, 16 Mei 2016

Perjalananku meraih es tung-tung part 2

Malam, haha. Hay... bosan ya bertemu denganku terus. Hehe.

Baiklah langsung saja ya kita lanjutkan cerita perjalananku meraih es tung-tung. Oke, singkat cerita tanggl 18 Februari itu aku semprop. Awalnya jam 10.00, hanya saja satu hari sebelumnya, dosen pengujiku mengatakan bahwa dia juga menguji di kedokteran. Ya karena Beliau dosen sosiologi dan kesehatan masyarakat sekaligus mengampu kedokteran, dan nyatanya skripsiku tentu sosiologi kesehatan. Akhirnya semua dosen deal aku semprop tanggal 18 Februari jam 12.00 . ada perasaan cemas, takut pesertanya sedikit karena masuk jam sholat dhuhur. Hanya saja ya aku jalanin saja. singkat cerita keesokan harinya aku sudah siap-siap. Haha, yaa aku berangkat jam 10.00 menuju kampus. Sebelumnya, aku mampir ke toko tempat ibuku bekerja dan aku meminta doanya, dan seperti biasa setelah berdoa aku disembur kepalanya. Hehehehe.

Setelah di kampus, aku menyiapkan segalanya, termasuk semuanya, lalu perlahan temanku mulai berdatangan, lalu setelah itu jam sudah menunjukkan waktu pukul 12.00, dua dosen pembimbingku sudah ada, setelah itu, akhirnya kurang lebih jam 12.30 dosen pengujiku datang. Hhaha. Setengah jam sebelum dosen pembimbinku datang, aku ga tenang, aku deg-degan, gak enak sama dosen pembimbingku, selain itu aku juga beseran, hampir 4 kali ke toilet dalam jangka waktu 5 menit, haha, sungguh aku nerves, hingga awal presentasiku saja aku kesalahan menyebutkan nama dosen. Malunya.

Beberapa menit aku mulai mengikuti alur, mencoba menerangkan dengan baik, dan hingga penerangan di rumusan masalah, si teman sebelah nimku tiba-tiba datang. Masuk saja membawa kursi, karena di dalam kursi itu sudah padat sekali. Diluarpun ada temanku yang tidak kebagian, namun dia nekad saja menerobos, dan saat itu hatiku hancur. Bukan, bukan hancur, tetapi malas, kesal, benci, sebel, kesel, mengapa dia harus datang?. Haha. Dalam banget ya perasaanku, hingga hal gini aja aku pkirkan. Ckck. Yaps itu kelemahanku.

Oke kembali lagi, setelah itu, akhirnya proses tanya jawab, dan dia bertanya padaku. Seakan belum puas menghancurkan pikirankku saat itu. setelah itu, singkat cerita aku bisa menjawab pertanyaan sebisaku dan selesai sudah sempropnya. Habis itu, kurang lebih satu minggu depannya, aku memberikan revisian pasca semprop pada penguji. Setelah itu, seminggu setelah aku meletakkan revisian itu, aku ACC dan lanjut ke pembimbing dua. Aku langsung menyerahkan ke pembimbing dua, dan beberapa hari kemudian Beliau ACC. Lalu setelah itu, aku ke pembimbing satu. Menanyakan hal terkait terjun lapanganku, menambahi terjun apann dulu saat penelitian bersamanya, dan dirumuskanlah 15 orang yang akan aku wawancarai. 9 siswa yang masing-masing dari 3 siswa perempuan SMA 1, SMA 2 dan SMA Baturraden. Lalu 3 guru dari masing-masing sekolah, dua orang tua murid, lalu Staff VCT RS. Margono. Setelah aku mendapatkan kata ACC dari pembimbing satu, tepatnya awal bulan Maret 2016. Seketika keesokannya aku mulai mencari informanku tersebut.

Sempat drop, menangis sehari karena aku tidak yakin bisa tidak melakukannya. Dengan tekad yang kuat, dan informasi bahwa wisuda bulan Juni kan dimajukan, membuat semangtaku untuk menyelesaikan wawancara. Akhirnya, 12 Maret, hari Sabtu, aku mulai dengan Nawang informanku yang namanya sudah aku samarkan, siswa SMA 1 peserta FGD, aku memulai dari Purwosari, rumahnya, bersama adikku, karena kebetulan Ia teman adikku. Setelah itu, jam set 2 aku mulai bergegas pergi ke Sumbang ke atas lagi. Tepatnya toko rizky abadi. Toko si Desi anak SMA 2 yang namanya juga sudah disamarkan, setelah wawancara selesai, akhirnya aku kembali kerumah, dan beristirahat.

Malamnya, aku mulai mencari siswa SMA Baturraden yang ikut dalam FGD, sayangnya di daftar hadir tidak disertakan kontak hp mereka, sehingga aku mencoba mencarinya di facebook, instagram, dan akhirnya aku bisa meminta kontak no hpnya dari temannya dia yang berteman di facebook. Lucu bukan? Haha. Setelah itu, malam minggu aku menghampiri teman lama, haha, maksdunya teman beda gang rumah, ketapang, dan mewawancarai dua orang siswa SMA 2 Pwt. Hari Minggunya,aku sibuk di rumah. Sibuk memulai transkip, sembari berjanjian dengan anak SMA Baturraden, akhirnya kami berjanjian ketemu hari Senin di tempat salah satu informan. Kebetulan aku mendapatkan dua orang sekaligus di SMA baturraden. Oh iya, malam Seninnya, aku mewawancarai anak SMABA juga. Jadi dua hari itu aku sudah mewawancarai 5 orang.

Senin pagi aku mewawancarai orang tua murid yang kebetulan menjadi dosenku, lalu sorenya, setelah tutor aku langsung pergi ke rumah informanku, dan disitu ternyata aku menemukan suatu kebetulan, haha. Yaps orang tua dari salah satu anak SMABA itu , merupakan bidan di RS.Elisabeth. akhirnya aku pun langsung mewawancarainya, sebagai orang tua dan sebagai bidan. Alhasil, malamnya aku sibuk transkipan. Entah sampai berjam-jam tanganku sibuk menari-nari diatas tuts laptop yang semakin usang. Sesekali aku mempause rekaman transkipku sesekali aku mempergunakan telingaku dengan sangat jeli, sesekali aku harus mengulangi rekaman itu. haha. Aku melakukannya terus terus dan terus hingga selesai. Total hari senin aku sudah mewawancarai 9 orang.

Hari Selasa, aku tutor lagi, dengan badan, yaps sudah dipastikan sangat lelah. Belum lagi masih ada rekaman yang belum di transkip. Perlu diketahui transkip adalah proses penulisan seperti dialog, yang berasal dari rekaman. Jadi rekaman yang mungkin beberapa menit hingga satu jam pun kita transkip. Jadi mudahnya wawancara yang mengalir itu baik aku dengan informan ya dibuat seperti dialog percakapan antara aku dan informan dari awal hingga akhir. Jaha. Ail banget kan. Wkwk. Sebenarnya hal ini memudahkan kita saat proses kategorisasi. Oke kembali lagi selasanya aku libur, karena seharian aku transkipan. Sungguh mataku lelah, tubuhku pegal dan nafsu makanku entah menghilang. Aku telat makan, telat mandi, haha sudah biasa yaa? namun mencoba untuk tidak telat sembahyang. Haha. Hidupku di depan laptop, kalau sedang tidak di depan laptop ya lagi di perjalanan menghampiri informan, setelah itu ya paling aku sedang wawancara dengan informan. Ya begitu terus.

Jadi, selasa dan Rabu free. Namun Kamis, aku sudah ada janji dengan Ibu Woro selaku staf VCT RS.Margono sekaligus dosen psikolog. Siangnya aku sudah janjian dengan Bu Supri guru olahraga SMA 2. Sorenya aku menghampiri pak Indroyono dirumahnya, Beliau guru bahasa Inggris di SMA 1, dan malamnya aku masih harus berwawaancara dengan siswa perempuan SMANSA Jadi di hari Kamis aku sudah mewawancarai 13 orang. Sisa satu murid SMANSAA dan guru SMA Baturraden.

Perjuanganku masih belum berakhir karena lagi-lagi aku harus buat transkip dari hasil wawancara. Alhasil aku dibantu temanku untuk menggarap transkip satu orang yaitu Ariska Grande. Lalu tak lupa temanku Mersa yang terkadang menemaniku wawancara. Hari Jum’at aku free. Namun tetap ku isi dengan membuat transkip. Hari Sabtunya aku menemui anak SMANSA itu di Cafe Milmu. Yaa sebagai peneliti memang harus modal dikit, jadi aku belikan milk untuk dia dan temannya lalu adekku juga. Malamnya sebenarnya niat bertemu dengan guru SMABA, Cuma hujan deras akhirnya tidak jadi.

Keesokan harinya, hari Minggu saat aku sedang transkip, aku dibantu temanku yang telah mengenal guru SMABA itu memanggilku untuk main kerumah, karena saat itu guru tersebut sedang main di rumahnya, dengan terbur-buru aku menyudahi dulu transkipku dan aku langsung meluncur ke Sawangan saat itu. kurang lebih tepat jam 2 siang aku menyelesaikan wawancra. Jadi total untuk hari Minggu tanggal 20 Maret aku menyelesaikan wawancara. Ya berarti tepat 9 hari dengan mewawancarai 15 orang. Yaa itu sudah sebisaku. Dengan sedikit tertatih, namun semangat yang menggelora, bukan sesuatu hal yang ambisi, bukan. Yang aku rasa karena saat itu semangat menyelesaikan skripsi sangat besar.

Untuk selanjutnya, bagaimana aku masih harus menghubungi informanku menanyakan terkait hal ini hal itu, sesuatu hal yang baru terfikirkan saat mulai nge-draft, hingga tragedi tengah malam yang sedikit horror namun ngangenin. Lalu saat aku memulai menulis draft, hingga aku menangis sejadinya tengah malam, menginginkan menyudahi semuanya, lalu hingga aku bicara sendiri, sebagai penyemangat diriku, hingga aku berjanjia akn memebrikn hamburger pada diriku, lalu sampai tiba beberapa tetes darah yang keluar dari hidungku. Hahaha. itu akan kuceritakan esok lagi yaaa.

Tetap stay tune terus dan ....
tunggu lanjutan perjalananku meraih es tung-tungggg....... 
see you again....




~Marsya Sataly~

Minggu, 15 Mei 2016

takut

Malam, pembaca invisible. Hehe. Sehat kan? Oke baiklah sebenarnya hari ini agak sedikit kelelahan diriku. Hm. Bukan sedikit lagi si sebenarnya. Aku sangat lelah hari ini, karena membabu buta di rumah. Hehe. Tapi beneran capeee. 

Sebenarnya hari ini aku sudah berniat menerbitkan lanjutan perjalanan es tung-tung itu. Cuma... Hehe, aku lelah harus buka laptop dsb. Jadi aku pending dulu. setelah itu, sebenarnya aku juga punya konsep mengulas tentang "marsya sataly"  hanya saja haha. Jangan dulu lah. Hehe. Seperti janjiku akan selalu terbit seminggu ini, hingga menjelang. Hm. Menjelang hari lahirku. jadi aku mau tak mau akan menerbitkan sebuah tulisan.

Baiklah mumpung masih mendekati sore, malam minggu yang kemarin. Jadi aku akan bercerita tentang sebuah perasaan dalam diriku. Hm. Perasaan yang baru muncul ketika aku terbangun dari tidurku beberapa menit lalu. 

Aku. Haha. Aku sedang membuka RU bbm. Lalu aku melihat teman SMA-ku si kembar yang sudah aku kenal sejak SMP. Hm. Ada yang menarik dari mereka, karena mereka, haha. Sudah memiliki pasangan masing-masing. Uniknya pasangan mereka berasal dari sekolah SMA yang sama. Jadi si kembar dan pacarnya itu ya temanku juga, teman dari satu sekolah SMA yang sama. Bedanya pacar si kembar yg satu adalah kakak angkatan, yang kebetulan aku kenal dengannya karena satu organisasi. Kalau pacar si kembar yang satunya, itu masih satu angkatan dengan kami.

Anyway, tidak ada yang salah dengan mereka, kebetulan kayanya, hari ini adalah pernikahan kakanya, dan aku melihat si kembar dengan pasangannya berfoto bersama dengan  pengantin. Haha. Aku senang melihatnya. Sungguh. 

Aku senang karena saat awal pacaran aku sedikt banyak tahu, yaa tidak sepenuhnya tahu, cuma aku lihat saat dekatnya, dan aku salut mereka sudah menjalani hubungan mereka kalau ga salah lebih dari satu tahun. Jadi ya menurutku mereka tidak main-main dan tetap berusaha menjaga hubunga mereka, ya walau menjaga apa yang harus mereka jaga. Mungkin.

Haha. Terlalu bertele-tele ya. Oke saat melihat RU bbm si kembar tadi, hatiku senang sekaligus cemas. Hatiku bahagia sekaligus sedih. Saat melihat foto itu, aku gelisah. Kenapa?

Entah mengapa timbul rasa takut. Takut mengapa aku belum punya pacar. Bukan. tolong jangan berfikiran sempit ya. Maksudnya, di umurku yang mungkin relatif akan mau menikah, aku? Haha. Aku belum punya pacar. Haha. Bukan apa-apa, aku pun juga tidak menganggapnya itu suatu hal keharusan, bukan. Cuma, entah mengapa pikiran itu terbesit dalam benakku.

Aku berfikir, saat mungkin kakaku menikah insyaalloh tahun depan, aku? Apakah setidaknya aku sudah memiliki pasangan? Apakah aku setidaknya dekat dengan seorang lelaki? Atau apakah aku akan tetap sendiri? Haha. Aku tak tahu. Hanya saja, aku hanya takut. Saat itu, ya saat kakaku menikah, bukankah itu pertanda bahwa sebentar lagi juga giliran aku yang menikah?

Haha. Tolong jangan berfikiran aku terobsesi pacaran. Jangan yaa. Aku pun kaget kenapa perasaan takut itu muncul. Hm... Tapi sejujurnya aku takut. Aku hanya takut, aku sangat takut tidak bisa menemukan pendamping hidupku. Aku sangat takut, aku tidak punya "teman" yang akan selalu ada dalam hidupku. Aku hanya takut. Aku. Hmm. Aku tidak punya seorang yang bisa melindungiku, atau setidaknya aku takut, aku takut, sangat sangat takut tidak ada yang mau denganku. Astagfirulloh. Aku ini ngomong apa sih?.

Maaf ya. Maaf. Aku hanya mencoba mendeskripsikan perasaan takutku saat ini. Aku, hmmm,,.haha. air mata ini tak sanggup aku bendung. Nyatanya aku sungguh takut atas kemungkinan yang terjadi. Aku takut, jika aku sudah tak tertarik dengan laki-laki. Aku takut. Aku berubah orientasi. Aku sangat sangat takut, aku tak bisa mengatasi "ke-enggananku menjalin hubungan dengan laki-laki. 

Oh My God. Rasa itu masih membekas. Rasa ketika secara tidak langsung ditolak oleh mereka. Rasa seperti di kecewakan. Rasa seperti dikhianati, rasa akan dimanfaatkan, sebuah pelampiasan, rasa kalau bisa dibilang di campakkan. Rasa diriku layaknya boneka yang bisa dimainkan sesuka hati. di hampiri sesukanya. Haha. Aku tak menyalahkan kalian, hanya saja, rasa itu entah mengapa terpatri dalam diriku. 

Maaf. Memang akuu sangat perasa, bukan berarti aku dan mereka, yang telah meninggalkanku, telah melakukan perbuatan yang tidak-tidak. tidak seperti itu, hanya saja, Aku, aku hanya takut itu akan terjadi lagi. Aku hanya takut, aku sudah benar-benar enggan, dan aku benar-benar sangat takut atas kemungkinan semua ini. 

Haha. What's wrong with you sya? Kau seperti manusia tak beriman. Saut dalam hatiku. Haha. Aku tertawa kecut. Entahlah. Ini hanya kekawatiranku saja. Ini hanya deskripsi ketakutan yang sedang aku rasa detik ini, dan setidaknya, aku tahu, aku tidak seharusnya terlalu enggan, jika ingin menghilangkan rasa takut ini dan sepertinya aku harus berserah diri pada Sang Pencipta, karena aku telah meragukan janji-Nya, yang menyatakan bahwa setiap makhluk-Nya, telah dipasang-pasangkan. Maaf Ya Alloh.maaf diriku. Semoga ini hanya kecemasan, tanpa perlu terjadi. 

Selamat malam. 
malam yang panjang...