Kamis, 13 November 2014

melisa dan teman barunya

"dia datang.dia datang." ujar melisa gadis cilik berambut kepang dua menunjuk nunjuk awan dilangit yang gelap.mendung.

ini kesekian kalinya Ata mengunjungi anak anak panti.awal mulanya,satu tahun lalu ia bertugas mengirimkan bantuan dari kantornya untuk panti.namun setelah itu,ia sering datang ke panti untuk sekedar bermain dengan anak anak. tidak.sebenarnya itu hanya pengalihannya pada gadis itu.yaps.sudah satu tahun lebih,ia tidak berkomunikasi dengannya.bertemu saja tidak.gadis itu sudah tak pernah terlihat ditaman. sesekali ata melihatnya.namun,seketika ia memalingkan muka,agar seolah olah tak melihatnya.entahlah,iapun tak mengetahui mengapa harus seperti itu. jambrong,dia sampai sampai sudah memberikan trik untuk ata.dengan nama jurus melunakan awewe,aji aji,sampai ke jurusplus ajiajiplus pamungkas.dari mulai nyaranin buat sms,telpon,chating,sampai main kerumahnya.dan terakhr yang ga masuk akal. ata disuruh menengok jendela kamarnya,atau ga sekadar duduk didepan kamarnya. si ata hanya menolak dengan nada yg tak jelas,"gila kali lu ya..."

ye,bener.dia datang.kak ata,ayuh ayuh.kita hujan hujanan."saut melisa mendorong punggung ata yang sedang duduk diberanda.
"disini aja ya.melisa kan baru sembuh.lagi pemulihan malah.kemaren kata dokter harus banyak-banyak istirahat kan,oke.disini aja." balas ata.
"lha ah,orang mau hujan-hujanan bentar koh. 1 menit aja.ntar setelah itu masuk kamar lagi.bole ya kak"imbuh gadis cilik itu,yang belum genap 10tahun. saat ata datang,ia langsung mendekatinya.dan ingin diajak jalan jalan.melisa dengan muka melas,menceritakan kejadian apa saja yang trjadi di rumahsakit,dan baru kemaren sore ia diperbolehkan pulang.
"melisa,inget ga kata dokter.inget ga tadi waktu izin bu pur.bilangnya kan cuma main diteras aja.jangan hujan-hujanan ya.tuh,tambah besar tuh hujannya."seru ata.
"wah,tambah asyik tuh.ayuh lah kak.bentar aja.plis,ka ata ganteng deh."sambil menarik tangan kanan ata.
"gak mau ah.kakak gak mau.entar kalo bu pur liat gmn?" imbuh ata.
"yah KAK ATA ga asik.melisa benci.kak ata pergi aja sana!" bentak melisa.ia marah,haha.sebenarnya ia kesal.setelah itu melepas tangan ata dan berlari ke taman depan panti.ia  memutar mutar tubuhnya,sangat ceria.terlihat jelas dari raut wajahnya.berbeda sekali saat ata baru datang ke panti.
anak ini batin ata.seketika ia berlari menghampiri melisa.
"wek,kak ata jelek akhirnya hujan hujanan.sini kak sini.nanti aku kenalin sama temen aku.dia baik koh.sini kak..."terdengar suara melisa berteriak teriak di tengah taman.

saat melisa sudah didepan ata.ata menjewer pelan gadis itu. ia berucap "wo,dasar anak nakal".seketika itu juga ia memeluk gadis cilik itu.setelah itu ia melepaskan jaket yang dikenakannya,dan memakaikannya pada melisa.sedetik kemudian ia menggendong melisa,tanpa menghiraukan teriakan,pukulan,dan omelan gadis cilik itu.
"hi ih.kakak.lepasin aku.ntar gak aku kenalin loh sama temen aku itu.kaka gitu sih.ntar temenku marah gimna?ntar ga mau datang lg.kakak.turunin aku!"rengek melisa.

bu pur,yang daritadi mengamati kejadian itu dari ruang bermain,seketika itu langsung keluar menghampiri keduanya. saat ata menurunkan melisa.saat itu jga bu pur berkata,"melisa,masuk kamar.ganti bajunya!"dengan nada sedikit tinggi. melisa langsung berlari meninggalkan ata dan bu pur menuju kamarnya.ya sambil menangis. ata melihatnya,namun ia bingung untuk berbuat apa.sementara bu pur mengelus dadanya.anak itu.melisa sangat menghormati bu pur.karena bu pur sudah menjadi ibu kandungnya,ia juga selalu menemani dan memenuhi kebutuhan anak anak panti.
"maaf bu.tadi saya yang mengajaknya keluar," ata memecahkan keheningan.
"tidak apa apa nak.melisa biasa melakukan itu.ibu juga bingung.mengapa ia seperti itu.padahal,ia sangat takut dengan suara gluduk dan melihat petir.saat awan sudah mendung saja.ia langsung mengurung diri dikamar."ujar bu pur.

satu jam kemudian,ata setelah menggeringkan pakaiannya.sambil menghisap rokoknya.entah daritadi ia sibuk memikirkan hal ini dan itu.setelah benar benar pusing.ia memutuskan untuk mengambil jaketnya yang tadi ia kenakan pada melisa.
"melisa," panggil ata pada gadis yg sedang berbaring tidur.
"kok ga jawab sih,marah ya sama kakak?"imbuh melisa.
"itu jaketnya bawa pergi aja sana.bau rokok.melisa gak suka." balas melisa singkat.
ata menghampiri dipan melisa,"melisa,coba liat kakak.kakak tadi denger waktu melisa di tengah taman tadi.katanya melisa mau kenalin kakak sama temen melisa.teman barunya melisa ya?biasanya selalu dikenalin ke kakak.memangnya temannya melisa tadi siapa?kok melisa sampai blg kalo ntar temennya melisa ga datang lagi?" ata bicara dg perlahan.
melisa membalikkan badan menghadap ata."apa kakak peduli sama melisa?kakak sekarang ga asik.melisa ga suka.tpi,melisa tetep aja rrindu kalo kak ata ga ke panti.tapi kakak nyebelin sih.melisa jadi males." saut melisa dengan polosnya.
"temen melisa itu ya hujan. imbuh melisa.
"hujan???knp bisa?" ata penasaran.
"iya.hujan.kalo hujan datang melisa senang.dia memang ga bisa bicara.tapi,melisa bisa denger kalo sebenarnya dia juga seperti kita.ia bisa bicara."
"memangnya,hujan bicara ke melisa ap?"
"hujan datang.selalu berbicara.dia berkata "tenanglah.semua akan baik baik saja."
"kaka ga bisa denger ya?.makannya kakak coba hayati kalo ada hujan.baik saat gerimis.maupun saat hujan deras.waktu gerimis.rintik hujan seakan akan menenangkan kita,dan ia membuat kita tenang.dengan suara yg lembut,sejuk dan menghangatkan,pelan tapi pasti dia berbicara halus,tenang.smua akan baik baik saja.namun,apabila,hujan sangat deras.suara  rintik hujan kencang.semakin kencang,dan terdengar jelas.ia benar benar mengatakan dg tegas.bahwa tenanglah.semua pasti akan baik baik saja." melisa menerangkannya.
"ooh,gtu.melisa bisa sampai bgtu ya?"bingung sekaligus kagum mendengar langsung dari anak yg baru menginjak kelas 3 sd.
"melisa kata kakak cantik.kakak cantik yang suka duduk didepan sekolah melisa.kaka itu juga mengantar melisa pulang."
"oh diberi tahu.kok bisa kenal?emang ga takut diculik?"
"gak lah.kaka itu temennya pedagang disini.kata pak Dul.kakak itu emang suka bgt duduk disitu.temen temen melisa juga kadang dianterin sm kaka cantik itu.kadang kadang juga mbeliin jajan.mbantuin bu toha juga.waktu bu toha pergi,kaka itu biasanya ngantiin jualan bentar. waktu tu melisa dikasih banyak bgt.he he.kakak itu baik kok.ga mungkin nyulik melisa."
"oh gtu.boleh tuh kakak dikenalin.katanya cantik lagi."
"KAKAK!cantikan melisa tau."
"oh ya.trs,melisa suka sama hujan kenapa?kok mau temenan sama dia?melisa kenapa?"
"melisa kangen sama bapak,sama ibu."jawabnya singkat.
"tapi,kata kaka itu,waktu hujan datang.melisa disuruh menulis dikertas.trs,kertas itu dilipat menjadi bentuk kapal.setelah itu,kalo sudah terang.melisa disuruh jatuhin ke sungai kecil depan panti.katanya biarin aja air yg nyampein ke bapak n ibu."
"ooo.gak papa.melisa kan msh ada bu pur.pak slamet,kaka cantik,kaka ata.temen2 panti.jadi rame.melisa ga kesepiaan.kan berarti banyak yg peduli sama melisa."
"iya.melisa tahu.makasih ya kak ata.kata kaka cantik juga.kalo melisa kangen sama bapak n ibu.melisa disuruh berdoa,biar Alloh selalu menjaga mereka,melindungi mereka,dan doa melisa terakhir yaitu,semga bapak dan ibu baik baik saja."kata melisa dengan suara yang lirih.
"bagus.bagus.melisa harus jadi anak yang berbakti.yauda,sekarang melisa istirahat.kakak pulang dlu yaaa.tapi janji loh.kaka kenalin sm kaka cantik itu.oke?"
"oke deh kakak." bersemangat.
"udah ga marah lagi kan?kakak sekarang ngerti kok.boleh hujan hujanan tapi tunggu sembuh total.oke?"
"siap bos!"

ata mengambil jaket dan mencium kening melisa.batinnya berkata.terimakasih.ia keluar dan menutup pintu kamar dg pelan.ia berjalan diberanda teras,pikirannya mulai berkecamuk.berkecamuk dg apa yg dikatakan melisa dan satu hal yg mmbuatnya ia penasaran.siapa kakak cantik itu?
"ah bodohnya.kenapa aku tadi tak bertanya,siapa namanya?"


~131114,16:53:19~

Senin, 27 Oktober 2014

only


Saat ini, ia terbaring lemah tak berdaya. Untuk kesekian kalinya, ia berada dalam titik lemah kehidupannya.Tak ada yang melihat, satu manusiapun terkecuali ayahnya. Ayahnya, hanya mampu mendekati dan mengelus pundaknya, dan tak ada satu katapun terucap di bibirnya.

Sudah sekian minggu,ia seperti itu. Menjalankan hidupnya dengan setengah hati. Semangatnya menghilang entah kemana. Bukan cuma pakaiannya yang sangat lusuh. Tampilan yang sangat berantakan. Di tambah tubuhnya yang semakin kurus seperti triplek kata tetangganya.

Ia benar-benar hancur, entah apa yang ada dibenakknya. Ia benar-benar terlihat lelah. Namun, ada satu hal yang membuatnya berbeda. Ia semakin menyendiri. Selalu menyendiri ditengah keramaian. Sesekali ia berkumpul dengan teman-temannya, pasti ada satu moment ia duduk sendiri. termenung duduk membisu. seakan-akan ia sedang mendengar ritme detak jantungnya. dan saat teman menghampirinya. dan bertanya, "sedang apa kau?" ia hanya menyeletuk “ menikmati alam” katanya.

Sebenarnya, ia tidak sendiri. Ia sedang bersama-sama alam, mencoba mendekati Sang kholiq. Ya, dia benar-benar ingin selalu dekat dengan Sang Pembuat Hidup.

Walau demikian, bahasa tubuhnya mengutarakan yang lain. Seakan-akan ia menemukan sesuatu hal yang baru. Seakan-akan bahasa tubuhnya berkata walaupun sudah ada lantai untuk bersujud, ia tetap membutuhkan sandaran bahu orang lain.

Sangat tersirat memang, namun jika diamati lebih dalam bahasa tubuhnya berkata demikian. Dia sangat pintar menutupinya, seolah-olah hidupnya tak pernah menemui masalah, bahkan hampir sebagian temannya bersandar di bahunya. Bisa karena mereka merasa letih, karena beban yang mereka pikul sangat berat. Bisa karena mereka sudah terbiasa bersandar sejenak untuk istirahat. Bisa jadi karena mereka sudah nyaman dengannya,ataupun mereka hanya rindu dengan kekonyolannya.entahlah.

Nyatanya, tidak. Ia benar-benar seperti manusia biasa yang memiliki masalah. Ia sangat lemah walau untuk memapah dirinya sendiri. Saat ini, hanya dinding yang mampu dan setia memapahnya. hanya angin malam, rintik hujan, dan kegelapan malam yang menemaninya. Tak mengapa, sudah cukup mereka semua untukku. Seolah bahasa tubuhnya menolak kalimat itu. seakan-akan ia berkata aku berbohong.

Saat ini, dibenaknya. Terlihat jelas untuk menghilang. Bukan, sebenarnya ia takut suatu saat dirinya menghilang tanpa sadarnya. Dirinya, takut jika suatu saat dirinya bukan dia. Ia takut semua pelan tapi pasti menjauh darinya.

Dan satu kalimat terakhir disetiap lamunannya, “ aku hanya ingin semua baik-baik saja. Dan berjalan sesuai semestinya. Hanya itu. itu saja. “ Terdengar samar, pelan dan selalu menghilang pergi bersama angin yang bertiup kencang.

Minggu, 26 Oktober 2014

NOTHING


Tak ada jiwa.
Karena jiwa itu sudah menghilang.
Tak ada jiwa karena mungkin ia mulai mati.
Hm.
Tak tahu.
Yang pasti raga ini, pelan tapi pasti membusuk.

Tak tahu,
Akankah membusuk kembali menjadi sampah?
Ataukah membusuk lalu mati, dan terlahir kembali.
Ha Ha

Tunggu saja.
Tunggu, akankah sampah bisa menjadi sesuatu yang berguna?
Ataukah sampah itu akan dibiarkan terbuang sia-sia.

Itu semua tergantung padanya.
Atau mungkin tergantung pada kalian???
Entahlah.

                                                                             ~ Marsya Sataly ~

Selasa, 07 Oktober 2014

pure love


Senandung lagu menyelimutiku. Tak merdu tak beraturan.
Tak apa, setidaknya ia menghiburku.
Angin bertiup kencang. Kencang menusuk tulang.
Seakan ia berkata padaku, “aku selalu ada untukmu”
Walau rintik hujan tak hadir. Tetapi, bulan menampakkan kehangatannya.
Seakan ia memelukku dengan hangat.
Terima kasih, terimakasih.

Kali ini aku memutuskan untuk mengakhirinya.
Mengakhiri semua.
Entahlah.
Ini hanya sekilas, atau memang selamanya.
Hanya saja aku tak bisa seperti ini.
Takkan bisa.

Kali ini,
Aku tak menitikan air mata. Karena ia sudah terkuras habis waktu itu.
Aku hanya bisa menangis dalam hati. Tak tertahankan, tak terperihkan.
Tak apa aku baik-baik saja.

Aku akan kembali.
Aku akan senang bila angin menemaniku.
Aku jauh lebih senang, bila rintik hujan menjadi sahabatku.
Aku paling senang, saat rembulan memelukku.
Hm,
Tak tahu hanya sesaat atau selamanya.
Aku tak tahu pasti.
Yang pasti,
Saat ini aku berbohong.
Karena, aku menginginkan kau berada di sisiku.
Haha,
Anggap saja kau tidak tahu.

Aku harap kau membaca tulisan ini.
Karena aku ingin berpesan, coba tengoklah dirimu sekali lagi.
Lihatlah batinmu, lihatlah hatimu.
Jika kau melihat sesuatu, sesuatu yang membuatmu terbelenggu,
Maka sadarlah.
Sadarlah, bahwa kau sedang bersembunyi.
Bersembunyi dari apapun yang menurut alam bawah sadarmu menyakitkan.
Sadarlah, bahwa kau tak selamanya ada di dalam situ.
Di zona amanmu. Bukan, bukan zona aman.
Namun, setidaknya cobalah untuk menghadapi mereka.
Mereka yang membuatmu berfikir.
Membuatmu terluka, membuatmu kesal, membuatmu serba bingung.
Buatlah sebuah patokan. Janganlah mengikuti alur.  Karena nanti bisa jadi kau akan tersesat.
Mungkin kau bingung.
Hanya saja,cobalah kau cermati.
Bukankah kau ahli dalam mencermati?
Cobalah kau telusuri.
Bukankah kau bilang bahwa kau sang pengendali?

Tak apa jika kau belum menemukannya.
Hanya saja berusaha.teruslah berusaha, hingga apa yang kau cari menghampirimu.
Jangan pula kau berfikir bahwa diriku terluka.
Tidak. Tenanglah, hanya sedikit luka yang tertancap.
Namun,itu semua  bukan salahmu, bukan juga salahku.

Hanya seperti itu,
Aku berharap hubunganmu dengannya baik-baik saja.
Jaga selalu kondisimu, baik-baiklah dengan ragamu.
Semangatlah untuk meraih cita-citamu.

Ini bukan sebuah perpisahan.
Aku akan tetap disini.
Hanya saja mungkin aku akan sedikit berbeda.

Namun,
Jika memang, suatu saat nanti kau butuh bantuan.
Tak apa kau menghubungiku. Aku akan dengan siap sedia membantumu.
Jika memang kau sedang kebingungan, tak apa. hubungi aku saja,
Jika memang itu membuatmu menjadi tenang.
Jika kau sedang membutuhkan teman, datanglah padaku.
Tak apa. Aku akan menjadi teman baikmu.
Jika kau sudah sangat lelah dan berada dalam titik jenuh dalam kehidupanmu,
Tak apa. Bersandarlah di bahuku.

Tenang.
Aku tak meminta apapun darimu.
Aku tulus.
Aku benar-benar tak mengharapkan sesuatu darimu.

Mungkin kau anggap aku terlalu egois.
Tak apa. Aku terima.
Hanya saja,inilah aku.

Aku yang tak sengaja mencintaimu.
Mencintai seseorang yang tak h
arus kucintai.
Tak apa,aku tak menyesal.
Setidaknya,aku hadir dikehidupanmu.
Aku akan terima, apapun yang kau lakukan padaku.

Aku,
Saat ini, akan mengikuti alur yang kau buat.
Sampai kapan?
Entahlah. Setidaknya aku sangat peduli dirimu.
Dan jika tak ada seorangpun yang mendukungmu.
Akanku pastikan,aku mendukungmu.
Aku akan berusaha selalu ada untukmu.
Karena aku benar-benar mencintaimu tanpa pamrih.
dan terimakasih,
dari kau,
aku belajar dan mendapatkan apa yang namanya buah ketulusan.

Jumat, 03 Oktober 2014

;(



Tertunduk lesu, gadis itu merenung.
Sesekali mengusap rambutnya,
Sesekali terdengar rintihannya,
Sesekali ia membenturkan kepalanya ke dinding,
Agak pelan, namun menimbulkan ritme yang tak beraturan.

Hari ini,
Gadis itu tak membawa apa-apa
Ia hanya membawa dirinya,
ia ingin berintim dengan dirinya,
Ia hanya ingin berdamai dengan dirinya,
Ia hanya ingin tenggelam bersama dirinya.

Saat ini,
Ia berusaha,
menilik lebih dalam,
Menilik sesuatu yang berada didalam raganya,
Sesuatu yang tak berwujud namun dapat dirasakan keberadaannya,
Sesuatu yang bening,polos dan tak terjamahkan,
Sesuatu yang menenangkan dan menyejukan,
Sesuatu yang takkan pernah berbohong,
Sesuatu yang sangat misterius,

Ha ha ha.

Gadis itu benar-benar mencarinya,
Ia mencermatinya dengan saksama,
Ia mencermati hingga sampai pada relung hatinya,
Ia sangat cermat,
hingga satu bagian pun tak terlewatkan,
seakan-akan ia adalah pengamat yang handal.

Ha ha.

Sudah sekian ribu butiran air matanya terjun bebas,
Membasahi apapun yang ia lalui,
air mata yang selalu tertahankan,
air mata yang sebenarnya indah baginya.
indah,karena ia benar-benar merasa menjadi seorang wanita.

Terbesit dibenaknya, bahwa ia menyia-nyiakan waktu.
karena tak disadari, satu hari ini ia hanya seperti itu.
namun,
beberapa detik kemudian,
pikiran itu melebur,
ia menghiraukannya,
karena saat ini ia merasa tenang.
dan, ia benar-benar membiarkan semua itu terjadi.

Tidak seperti dahulu, ia selalu menghadang dan mengusirnya.
Seolah itu, itu suatu hal yang memalukan.
Tidak, saat itu, gadis itu salah.
Karena baginya,
Saat ini. Ketika mereka hadir disela-sela kehidupannya,
Itu menandakan bahwa dirinya masih hidup.
Bahwa dirinya masih menjadi manusia,
Bahwa dirinya bukan malaikat apalagi iblis,
Bahwa dirinya memiliki perasaan.

Gadis itu marah.
Namun ia tak berdaya.
Gadis itu sedih.
Namun tak bisa mengutarakan.
Gadis itu, memang tak bisa marah, tak bisa mengutarakan.
Gadis itu memang tak bisa berbuat apa-apa.

gadis itu hanya bisa satu hal.

menangis.

ya, ia hanya bisa menangis.

Setidaknya dengan menangis, Ia ingin menyampaikan bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja.

Senin, 22 September 2014

akal dan hati


akal mempunyai mata,
namun tidak memiliki kaki.
itu sebabnya,
banyak orang hanya berfikir saja.
namun tidak bertindak.
bisa seperti itu?
karna ya,
proses berfikir berasal dari akal.


hati tidak mempunyai mata,
akan tetapi ia memiliki kaki. 
itu sebabnya,
banyak orang yang memperjuangkan cintanya.
bisa seperti ini?
karna ya,
karena cinta bersumber dari hati.


jangan memilih salah satu.
jangan memilih akal,
jangan pula memilih hati.

pilihlah keduanya.
selaraskan akal dan hati, 
agar dapat mencuatkan eksistensi diri.

~renungan OSHO~