Selasa, 01 November 2016

Malam

Haha, malam
Selamat malam,malam panjang.
Kali ini, tak ada gemricik air. Tak ada ikan yang bisa kulihat menari-nari. Tak ada ruangan itu. Ruangan tempatku berkeluh kesah.

Haha. Kali ini aku berada diluar.
Di atasku sudah ada langit tanpa bintang. Sebelahku? Haha. Mungkin ada yang menemaniku.haha makhluk halus.hehe.piss.
Tak ada orang disini.tak ada sandaran manusia disini.haha. memang biasanya juga tak ada. Haha. Yaa aku hanya bersandar pada tembok diluar. Tembok yang selalu ikhlas walau kepanasan,kehujanan.haha. aku iri padanya. Ia kokoh. Sangat kuat. Mengapa aku tak bisa?

Haha. Shit men. A B C D keluar dalam mulutku. Hanya mengumpat kecil tak berdaya. Haha. Aku sudah malas menangis. Aku hanya, hanya butuh sandaran manusia. Sandaran bahu seseorang yang benar-benar peduli padaku.

Haha. Yaaa sandaran bahu tanpa perlu yang empuk. Sekeras apapun bahu itu,  tak apa. Aku hanya ingin ada seseorang yang bisa kuajak berbicara.berkeluh kesah tanpa pamrih. Sharing ini itu tanpa melihat jenis kelamin. Umur ataupun status. Agama? Haha. Itu urusan individu pada Pencipta. Aku tak begitu memikirkannya.

Haha. Mungkin benar juga, aku sedang kesepian. Haha. Aku hanya butuh teman bercerita. Adakah yang mau?

Haha. Bahuku memang ada dimana-mana. Akupun bukan seorang yang penutup. Bukan seorang yang tak punya banyak kawan. Haha.tidak.tidak seperti itu.

Aku hanya, hanya tak ingin membebankan,bebanku pada orang lain. Atau mungkin, sepertinya, aku sudah terlihat kuat dan mampu mengatasi segalanya, sehingga aku segan untuk bercerita.hm...entahlah.

Aku ingin melepas sejenak.
Semuanya.

Tuhan, berilah hatiku kelonggaran. Agar aku dapat bernafas tanpa mendesah.

Tuhan, berilah aku kekuatan, agar aku mampu melangkah lebih jauh kedepan.

Tuhan, berilah aku seseorang, setidaknya, hanya untuk bercerita ini dan itu.

Bisakah Tuhan?

Senin, 31 Oktober 2016

Rindu

Rinduku rumit.serumit hubungan dua insan, beda rumah ibadah.

Rindu

aku stag, setelah menjelajahi sisa-sisa kenangan bersamamu,perlahan memory tentangmu memudar. sayang rindu itu semakin menjadi.

~ms~

Kamis, 27 Oktober 2016

Absurd

Ada sesuatu didalam sini. Sangat dalam. Susah untuk di ungkapkan.bukan cinta.bukan. bukan pula kerinduan. Bukan.
Hanya sebongkah makanan yang busuk. Atau mungkin, hati yang kotor. Atau mungkin kelelahan teramat dalam? Atau mungkin keletihan teramat pelik? Atau mungkin ketidakberdayaan?atau entahlah.
Tetesan air keluar dari Manik mata, seperti hujan yang tak kunjung reda. Yang pasti baik-baik saja berbeda dengan tidak baik-baik saja!

Sabtu, 22 Oktober 2016

Ungkapan

Sungguh. sangat rindu suasana seperti ini. Tenang. Syahdu. Hanya semilir angin dan untaian peristiwa yang ada dibenak pikiranku. Dan yang pasti, sosokmu menghiasi seluruh peristiwa itu. Sungguh, aku rindu padamu. Hm. Atau aku hanya rindu kenangan bersamamu. Atau jangan-jangan aku merindukanmu dan kenangan bersamamu? Entahlah.

~ms~

Ungkapan

menjaga sebuah kekonsistenan tu susah. susah ketika sudah berhenti di jalan,susah ketika kemalasan itu muncul.hm. tetapi,untuk rindu,mengapa Ia amat konsisten?

~ms~

Senin, 10 Oktober 2016

Senin

Selamat siang, haha

Haha. Gila yaa. Haha. Hari ini hari ke-42 aku di Cikarang. Kalau tinggal disini berarti hampir 3 bulanan lah. Haha

Hm kerjaanku enak. Rekan kerja juga enak. Yaa masih banyak belajar. Belum menguasai pekerjaan seutuhnya. Haha. Tapi gpp. Sejauh ini alhamdulillah oke.

Hm. Disini, aku tinggal di perkampungan. Tak jauh dari kantor. Hanya saja, haha. Ya yang uda aku katakan. Disini tidak ada tempat sampah. Banyakan sampah dibakar. Dikumpulkan di pekarangan. Laku dibakar. Setelah itu, yasuda. Dibiarin saja. Kalau hujan, biasanya banjir. Soalnya genangan air atau parit yang ada disini, kebanyakan isinya sampah. Jadi kalau hujan gede. Udah tuh banjir.

Disini, haha. Ada tuh. Yaa bangunan gede. Yang sesekali aku pernah bermimpi tinggal disana. Yaa tidak selamanya. Setidaknya pernah mencicipinya. Haha. Apartemen. Haha. Yaa, berangkat pagi. Pulang dari kantor aku menyempatkan melihatnya. Dari kejauhan, karena perkampungan yang aku tinggal sepertinya lebih tinggi dari apartemen itu. Jadi sering kali aku bisa melihatnya. Megah,elegant dan mempesona. Haha.

Yaa mimpi. Lagi lagi aku hanya bisa bermimpi. S2? Haha masi dalam angan-angan. Percintaan? Haha. Apalagi. Haha. Yaaa setidaknyanya pelan atau cepat. Cepat atau pelan, aku selangkah lebih maju dibanding kemarin.
Yaaa, yaa gitu aja dulu yaa. Aku ngantuk. Cuape tenan. Dadah.

~ms~