Lagi-lagi hujan. Hujan lagi-lagi.Hujan turun begitu deras, hingga gemricik air di teras depan rumahku tak jadi berarti. Seperti halnya semua kenangan itu. Yaa. Kenangan aku bersamanya.
Pernahku berfikir, untuk apa Tuhan memperkenalkanku padanya jika akan berakhir seperti ini?
Hm. Sekarang aku berfikir, jika aku bertanya itu, apa bedanya dengan sebuah pertanyaan, untuk apa hidup bila ujung-ujungnya kematian menjemput?
Haha. Aku tak tahu, mengapa ini bisa terjadi. Aku juga tak tahu, mengapa ini bisa terjadi dua kali dalam hidupku, haha. Lebay. Iya. Memang aku begitu lebay sampai memikirkannya.
Yang pasti, aku sudah siap. S I A P. Aku sudah di depan pintu. Aku sudah memiliki kunci. Mungkin ini maksudnya. Mungkin apa pun yang terjadi dalam hidup seseorang, kejadian yang dialami, meaning yang secara tak langsung dibuat, berkembang, memang sudah di gariskan.
Dan aku sudah siap. Aku akan menjemput semua itu. Aku akan menjemput sebab sebab aku ada di dunia, dan aku akan menjemput sesuatu bernama impian.
Sudah kembali, dengan diiringi sorak ramai gaduh rintik hujan yang semakin riuh tak berkesudah.
~marsya sataly~
Sabtu, 16 Juli 2016
Rabu, 13 Juli 2016
apalah apalah
Selamat Malam.
Malam yang panjang...
Angin berdesir kencang, seakan ingin memburu sesuatu.
Kilatan sinar bertubrukan, seakan dunia begitu gelap, minta diperhatikan.
Begitu banyak kendaraan berlalu lalang, namun tak satupun menyempatkan singgah berhenti.
Haha. Ketawa lagi. Tertawa lagi.
Apalah apalah...
Haha.
Gemricik air di teras begitu konstan. Ikan - ikan pun turut berdendang di dalamnya. Bagaikan sebuah alunan merdu nan indah.
Haha.
Bukankah dunia ini lucu?
Yang berkuasa hampir selalu menang.
Yang berada di lantai tinggi, hampir selalu seakan menginjak apapun yang di bawahnya.
Banyak yang semena-mena. Namun apabila keadaan membalik, ia lantas tak terima. Haha.
Apalah apalah.
Bukankah dunia ini lucu?
Ketika semua hal menjadi rahasia umum. Ketika hampir semua hal yang tak patut, menjadi panutan. Ketika semua ilmu, menjadi asing, ketika seseorang menjadi berbeda.
Haha. Apalah apalah.
Ada yang melawan dengan egonya. Ada pula yang diam tak melakukan apa-apa. Ada pula yang diam-diam memikirkannya. Ada pula yang melakukan ini itu, dan ada pula yang acuh tanpa menoleh. Haha.
Dunia ini lucu. Penuh dengan beragam makhluk. Apakah semua harus disamakan?
Lantas. Apalah apalah itu mau diapakan? Mau dikemanakan?
Haha. Dunia ini tidak memperlukan omong kosong. Apapun yang terjadi padamu, dunia tak memikirkan. Siapa kau?
Haha. Apalah apalah.
Berakhir dengan apa?
Malam yang panjang...
Angin berdesir kencang, seakan ingin memburu sesuatu.
Kilatan sinar bertubrukan, seakan dunia begitu gelap, minta diperhatikan.
Begitu banyak kendaraan berlalu lalang, namun tak satupun menyempatkan singgah berhenti.
Haha. Ketawa lagi. Tertawa lagi.
Apalah apalah...
Haha.
Gemricik air di teras begitu konstan. Ikan - ikan pun turut berdendang di dalamnya. Bagaikan sebuah alunan merdu nan indah.
Haha.
Bukankah dunia ini lucu?
Yang berkuasa hampir selalu menang.
Yang berada di lantai tinggi, hampir selalu seakan menginjak apapun yang di bawahnya.
Banyak yang semena-mena. Namun apabila keadaan membalik, ia lantas tak terima. Haha.
Apalah apalah.
Bukankah dunia ini lucu?
Ketika semua hal menjadi rahasia umum. Ketika hampir semua hal yang tak patut, menjadi panutan. Ketika semua ilmu, menjadi asing, ketika seseorang menjadi berbeda.
Haha. Apalah apalah.
Ada yang melawan dengan egonya. Ada pula yang diam tak melakukan apa-apa. Ada pula yang diam-diam memikirkannya. Ada pula yang melakukan ini itu, dan ada pula yang acuh tanpa menoleh. Haha.
Dunia ini lucu. Penuh dengan beragam makhluk. Apakah semua harus disamakan?
Lantas. Apalah apalah itu mau diapakan? Mau dikemanakan?
Haha. Dunia ini tidak memperlukan omong kosong. Apapun yang terjadi padamu, dunia tak memikirkan. Siapa kau?
Haha. Apalah apalah.
Berakhir dengan apa?
Minggu, 19 Juni 2016
Rabu, 15 Juni 2016
Minggu, 29 Mei 2016
Kamis, 19 Mei 2016
Marsya Sataly
Selamat malam, malam panjang....
Haha. Oke, kali ini tidak mau serius. Juga
tidak pengin begitu bercanda. Wkwk. Jadi biasa-biasa saja. wkwk. Aneh yaa?
haha, ya begitulah dia, Aneh tak terduga. Banyak menyebalkannya, namun ngangeni. Suka ngelawak, tapi suka serius banget nanggapi sesuatu, orangnya sangat
hati-hati, penuh pertimbangan, hingga terkadang banyak mikir tanpa action. Walau
begitu, ketika action ia akan total dalam menjalankannya.
Orang yang kaku, kurang luwes, kurang kemayu. Haha, sangat jauh dari kata “cewe”.
Tapi, hatinya seperti ager-ager. Ketika disentuh, Ia akan langsung bisa
merasakannya. Ketika disentuh dengan sentuhan keras, dia akan sangat
merasakannya hingga dapat pecah. Ketika hatinya ditinggalkan, Ia begitu rapuh. Haha.
Begitulah Ia sangat perasa. Sangat-sangat “dalem” dalam memaknai sesuatu. Sangat
suka filosofi, sangat suka menyentuh sesuatu dari hati. Ia begitu, karena
menurutnya, ketika seseorang disentuh hatinya, maka Itu akan tepat sasaran. tepat
dalam hal apapun.
Walau begitu, Ia sangat pemikir. Hingga Ia
memiliki sedikit banyak gangguan dalam kepalanya. Haha, ya sesuatu yang
biasanya mematikan segala aktifitasnya. Ia sangat teliti, sangat hati-hati
dalam melangkah, terlebih untuk kehidupannya. Ia seseorang yang cermat, suka
menganalisis, namun sayang Ia suka bertindak seenaknya. Ia suka melakukan
tindakan impulsif, tindakan yang berasal dari hatinya. Terkadang Ia, menganggap
sesuatu hal itu begitu penting, Ia suka sekali mengenang, memaknai seluruh
barang dan apapun itu. ia suka hal-hal sistematis, namun, itu hanya berlaku
dalam pikirannya, karena nyatanya, ia biasanya langsung mengaplikasikan sesuatu
menjadi simple, ia sangat berantakan, jorok, dan semrawut. Sosoknya sederhana,
dan mencoba selalu apa-adanya. Seseorang
yang sangat suka kata “apresiasi”, karena baginya, itu sangat penting. suka
toleransi, suka dan selalu berusaha memahami, mengerti seseorang.
Ia, seseorang yang berusaha mencoba selalu
berubah untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Terkadang bisa terbuka,
terkadang sangat tertutup. Terkadang bicaranya tak jelas, namun sering ceplas-ceplos,
membuat orang yang belum mengerti dirinya, seakan melihat Ia seseorang yang
blak-blakan. Ia seseorang yang selalu mempertahankan prinsip, keyakinannya
hanya satu, percaya dengan jalan yang sudah dibuat oleh Yang Buat Hidup. Semangatnya
sangat menggelora, seperti sorak-sorai penggemar persija di Gelora Bung Karno. Sayangnya,
terkadang Ia suka merasa jatuh. Hingga ia merasa begitu sangat lemah, Ia merasa
seperti pecundang. Pengecut, dan hanya jago kandang. Hebatnya, setelah itu ia
mencoba bangkit, dengan segala macam cara dalam pikirannya, yang pasti itu
masih baik.
Haha, dia tidak licik sebenarnya, hanya
saja dia penuh strategi. Penuh siasat, dan terkadang pintar menyiasati sesuatu.
Ia, dikenal dengan troblemaker. Walau begitu, sebenarnya, Ia seseorang yang
baik. Ia seseorang yang berusah membuat orang lain bahagia. Seseorang yang suka menolong semut
ketika tenggelam, seseorang yang suka mengamati, titen pangerten. Namun sayang, dia seseorang yang sangat susah
mengikhlaskan sesuatu yang sudah terjadi. Ia seseorang yang sebenarnya bukan
pendendam, hanya saja ia masih kesal. Seseorang yang terkadang tidak bisa
mengontrol emosi, namun seseorang yang sebenarnya sangat setia. Haha.
Seseorang yang punya mimpi besar. Dia seseorang
yang tidak banyak bicara namun menunjukkannya dengan bukti. Seseorang yang
terkadang seenaknya sendiri, sukanya sendiri, namun sungguh Ia amat perhatian.
Terlebih dengan orang-orang yang dianggapnya sangat erat dengannya. Seseorang yang
selalu semangat mengumpulkan orang-orang, makrab, atau apalah, dan sangat suka
dengan kebersamaan. Seseorang yang suka olahraga, seseorang yang sangat maniak
buku. Maniak hasil penelitian, maniak filosofi, dan maniak tentang ilmu hidup.
Seseorang yang sebenarnya bukan ahli
agama, hanya saja seseorang yang mencoba selalu dekat dengan Sang Pencipta.
Seseorang yang sebenarnya berusaha untuk sopan dan santun, namun terkadang, dia
melakukan tindakan yang slengean. Seseorang
yang rela berkorban untuk orang lain, namun sangat keras dengan orang-orang
yang terkadang sangat meremehkannya. Orang-orang yang menginjaknya, orang-orang
yang mempergunakn sebuah sistem dengan semena-mena. Segala bentuk tindakan
kekerasan, penghinaan, hingga penindasan sangat Ia benci. Walau begitu,
sungguh, sebenarnya hatinya baik. Sangat baik terlebih dengan orang-orang
lemah. Sangat suka menolong, sangat suka tidur, dan sangat suka memperhatikan.Terakhir, di seseorang yang berkemauan
besar, seseorang yang akan berusaha selalu menjadi dirinya, seseorang yang
selalu tetap berusaha menjadi seorang yang baik, mampu meletakkan segalanya
dengan tepat, pada porsinya. Seseorang yang sangat suka dengan lingkungan alam,
dan seseorang yang akan selalu mengetuk hati orang lain dengan kebaikan yang
tulus.
Yaps, seseorang itu, tak lain tak bukan,
Marsya Sataly. Hari ini tepat 22 tahun usianya, doaku, tetap jadi pribadi yang humble, apa adanya dan selalu berbagi
kebermaknaan untuk semuanya. Selamat hari lahir Marsya Sataly. Selain hadiah
terindah dalam ulangtahunmu, saat itu, sebuah khataman al-Qur’an. Kali ini aku
akan menghadiahimu sebuah kelulusan bangku kuliah yang tak pernah kau pikirkan.
Aku hadiahi kamu sebagai lulusan terbaik ke-6 di Fakultasmu, dan aku ridhoi
keberhasilanmu. Doaku untukmu, tak banyak berbeda dari temanmu. haha, temanmu
yang tak sengaja mengado untukmu.
Semoga kau sukses dunia akherat. Semoga panjang
umur, dan bahagia lahir batin. Aku menyayangimu, myself.
Selasa, 17 Mei 2016
sebut saja, rindu.
Rindu itu tak menghilang. Rindu itu hanya bersembunyi didalam relung hatiku.
Cinta itu tidak berkurang. Hanya saja, Ia berada jauh disana.
Rasa itu masih tetap ada. Tetap disitu. Di sudut ruang yang sangat hitam pekat.
Sosok dirimu sangat kuat dalam ingatanku. Aku tak berusaha menghapusnya.
Namun, Akan aku biarkan itu tertutup, tertumpuk dengan ingatan lain.
Aku tidak bisa melupakanmu.
Bukan karena ingin.
Hanya saja, kerinduan itu terkadang menyeruak ke permukaan, dan melumpuhkan syaraf berfikirku.
Sesungguhnya, aku senang. Aku senang memiliki sebuah perasaan rindu.
Dari rindu, setidaknya aku terlihat sangat manusiawi.
Dari rindu itu, aku susah melupakanmu,
Dari rindu itu, setidaknya membuatku sadar akan spesialnya dirimu di hatiku.
Selamat malam.
Malam yang panjang ...
~ms~
Langganan:
Postingan (Atom)

